Mengapa aku?
Roma 5:6-11
Seorang pendeta Inggris bernama Joseph Parker ditanya,”Mengapa Yesus memilih Yudas menjadi muridNya?” Sejenak ia merenungkan pertanyaan tersebut, tetapi tidak menemukan jawaban apa pun. Selanjutnya ia berkata bahwa sejak itu ia malah terus berhadapan dengan suatu pertanyaan yang lebih membingungkan : “Mengapa Dia memilih aku?”
Itulah hal yang selalu dipertanyakan selama berabad-abad. Ketika manusia menyadari dosa mereka dan dikuasai rasa bersalah, mereka berseru memohon belas kasihan Yesus. Dalam ketakjuban yang penuh sukacita, mereka menyadari bahwa Allah mengasihi mereka, Yesus mati bagi mereka, dan semua dosa mereka diampuni. Sungguh sulit untuk dipahami.
Saya juga telah bertanya mengapa aku? Saya tahu bahwa perbuatan kegelepan dan penuh dosa dalam hidup saya dimotivasi oleh hati yang jauh lebih gelap, tetapi Allah mengasihi saya! (Roma 5:8) Saya tidak layak, tidak berharga, dan tidak berdaya, tetapi Dia membuka tangan dan hatiNya untuk saya. Saya hampir bisa mendengar bisikanNya, “Aku mengasihi engkau lebih daripada engkau mengasihi dosamu.”
Pertanyaan “mengapa aku?” itu tetap melampaui pemahaman saya, namun saya tahu Dia mengasihi saya. Dan, Dia pun mengasihi anda!
—————————–
Tuhan Memelihara dan Tidak Pernah Meninggalkan Kita
Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.
Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam.Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akandibuka,dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.
Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak
tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala,bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.
Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagaianaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buasitu mendekati anaknya, sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.
Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan “begitu kejam”melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidakdapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita.
God is too wise to be mistaken.God is too good to be unkindSo,When you don’t understand Him AndWhen you can’t see His plan AndWhen you can’t trace His handJUST TRUST HIS HEART.