From Sacramento with Love. Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih telah mengunjungi website kami ini. Semoga apa yang kami dapat bagikan melalui website dapat menghibur juga membangun. Visit us back soon. Dan jangan lupa kunjungi juga 360.yahoo.com/gpdisacramento. Tuhan memberkati. Sacramento terletak di central California sebagai ibukota California, 80 miles utara San Francisco.
Sifat-sifat Tuhan
Khotbah Minggu 5 Oktober 2008
Selamat pagi. Salam dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk beberapa waktu terakhir dan lebih dari beberapa bulan kita telah belajar seri akhir zaman yang saya selingi juga tokoh-tokoh Alkitab –tokoh iman- kelebihan kekurangan mereka yang kalau kita tahu dapat menolong kita hidup takut Tuhan di masa-masa sulit ini. Dari kotbah hal akhir zaman, saya rasa 2 atau tidak lebih 3 kali lagi, tetapi sebelum krisis ekonomi separah sekarang ini, kita sudah lebih dulu belajar dan Alkitab sudah ungkapkan : krisis ekonomi sebagai keadaan paling gelap buat bumi ini seperti kitab Wahyu lambangkan dengan kegelapan (kuda hitam).
Nah mengenai antikris kita sudah sampai antikris dinyatakan dan menguasai ekonomi. Tapi hari ini saya mau tunjukkan tokoh terbesar yang musti menjadi panutan kita. Beberapa minggu lalu sudah kita lihat Yesus Dia Alfa Omega (awal dan akhir/kekal), hari ini sekali lagi; karena daripada hanya nabi/rasul/tokoh yang luar biasa tapi punya kekurangan manusia biasa, apalagi hanya belajar mengenai masa-masa antikris berkuasa yang kita tahu Tuhan akan singkirkan kita dari aniaya besar itu, akan sangat dahsyat kalau kita kenal dan semakin lebih mengenal dan lebih cinta Tuhan Yesus, Dia Tokoh yang lebih dari tokoh manapun; Dia yang dunia ini perlukan di saat krisis lebih dari apapun yang ada di dunia ini. Puji Tuhan.
Kita membuka ayat pokok kita, kita akan melihat sifat-sifat Tuhan yang perlu menjadi teladan kita. Mazmur 86:5, Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.
Kemarin saya mendengar satu pernyataan seorang hamba Tuhan bahwa untuk menjadi orang Kristen kita harus think twice atau pikir dua kali. Kemudian saya mengerti maksudnya yaitu to be a good Christian atau jadi Kristen yang benar/baik itu tidak gampang; pikir dua kali katanya. Lalu ia melihat ke kelompok anak muda, ia lanjutkan, to be a good Christian bukan hanya rame-rame sekalipun itu di gereja atau acara gereja; jadi Kristen itu sulit kalau kalian pikir hanya seperti itu.. anak muda kalau konser wah semangat, belum tentu sudah bertobat, belum tentu tahu Alkitab. Ia juga bilang, kumpul dengan teman-teman yang Kristen tidak menjadikan kita orang Kristen yang baik. Kristen yang baik itu dituntut sikap yang baik. Ke gereja salah satunya dan bukan hanya berhenti di kongkow, konser, dan begitu saja. Menjadi Kristen yang baik dituntut juga sifat-sifat yang baik. Mengikut Yesus berarti meneladani sifat Yesus. Yesus baik, kita juga harus baik. Yesus mengampuni, kita juga mengampuni. Seperti Yesus itu Kristen yang benar. Makanya dia bilang think twice.
Tapi ini saya beritahu saudara; untuk menjadi anak Tuhan, asal engkau percaya kepadaNya. Untuk menerima keselamatan, dengan imanmu engkau menerima penebusan dari Tuhan. Bukan dengan berpikir, dengan percaya, engkau jadi milik Tuhan Yesus kristus juru selamat kita. Ada haleluya saudara? Percaya yang memungkinkan semua, iman yang membuat kita mampu. Haleluya.
Mazmur 86:5 katakan sifat-sifat Tuhan itu; sebab Engkau ya Tuhan, baik dan suka mengampuni.
Mari kita melihat beberapa point berikut. Sifat Tuhan itu baik, berarti kita harus belajar dari Yesus dan meneladani sifatNya. [Berikut berupa ringkasan dari 3 point dari sifat yang dimiliki Yesus.]
1. Matius 5:39, Tetapi Aku berkata kepadamu : Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.
Yang pertama, yang kita pelajari sifat Tuhan yang pertama tidak melawan orang yang berbuat jahat. Tetapi ayat itu sendiri belum selesai.. ada tanda koma, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Ini ayat yang kaum pria tidak suka. Satu pipi saja sudah tidak tahan, harus lagi kasih pipi satunya. Mana bisa begitu pak pendeta, dia beri saya kasih.. dia terima juga pak pendeta.. itu baru betul –terima… kasih.., thank you your welcome, dia terima kasih - saya beri kembali.
Nah, itu sama seperti torat, seperti ayat 38, mata ganti mata, gigi ganti gigi. Manusia sifatnya begitu. Kita memang sulit mengerti sifat Tuhan, termasuk soal ditampar pipi kanan kasih pipi kiri, tetapi kita dapat mengerti dari sifat Tuhan ayat 39 ini; Yesus tidak melawan orang yang berbuat jahat.
Terjemahan lain Matius 5:39 ini kalau saya pakai bahasa Inggris sehari-hari kira-kira begini, Yesus berkata: Don’t fight with man (atau orang lain) who wants to fight. Jangan mencari masalah dengan orang yang memang mau bikin masalah.
Kita sudah tahu orang itu mau cari masalah mau supaya ada keributan. Yesus katakan, jangan cari masalah dengan dia; menghindar. Kan sudah tahu akan jadi ribut. Itu orang memang tunggu kita supaya kita terpancing, itu seperti ditampar pipi kanan tadi, itu orang mau ribut sama kita. Atau itu orang memang sifatnya suka berkelahi, don’t fight with who wants to fight, kita jauhi, kita seperti kalah (mengalah) saja seperti kasih pipi kiri kita, kita mungkin tersinggung yang pertama, kita mungkin pinginnya balas, tapi kalau kita menghindar kita terhindar dari melawan orang yang berbuat jahat kepada kita.
2. Sifat Yesus yang kedua, “Tidak membalas kejahatan”. 1 Petrus 3:9, Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.
Pertama tadi menghindar. Kedua, Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Banyak masalah kita dengan orang karena kita terpancing. Tetapi seperti Yesus, banyak orang juga tanpa alasan sekalipun berbuat jahat kepada kita. Ingat ini, Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Hari ini kita akan menerima tubuh dan darah Yesus. Ini buktinya, Yesus tidak membalas kejahatan. Ia dicaci maki, Ia dipukul, dagingNya hancur. Setiap kali dicambuk, dagingNya tertarik pecah ikut ujung mata cambuk yang seperti mata kail. Yesus tidak membalas caci maki dengan caci maki. Bahkan darahNya tumpah, Yesus tidak membalas. Semua karena cintaNya pada kita semua, Yesus tidak balas malah Ia memberkati mereka yang berbuat jahat kepadaNya.
Sama seperti kita, berapa kali kita berbuat jahat kepada Tuhan, berapa kali kita menyakiti hati Tuhan. Saudara tidak perlu jawab, sebab lebih banyak lagi yang kita tidak sadar. Istri saya tanya kenapa saya kesal, kenapa.., istri saya tidak sadar sudah menyakiti, oh, tersinggung ya.., saya bilang iya, saya masih daging - saya punya perasaan, bisa kecewa. Banyak kali kita tidak sadar sudah menyakiti Tuhan. Tetapi Tuhan tetap mengasihi kita.
Ayat 9, tidak balas jahat dengan jahat, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.
Ayat-ayat seterusnya (10-12) kemudian katakan, berkat jauh dari orang yang suka kejahatan (membalas kejahatan).
Jahat kita balas dengan memberkati, ini seperti berkat start (modal awal). Alkitab katakan, setelah kita memberkati orang yang berbuat jahat, untuk itulah kita dipanggil yaitu untuk memperoleh berkat. Berkat kedua ini beda dengan berkat pertama. Orang yang berjiwa bisnis mengerti ini. Misalnya 10 ribu dollar, dipake makan dan keperluan di Amerika paling beberapa bulan tidak sampe satu tahun habis. Tapi kalau dipake buat modal, bisa jadi berkat yang kedua, berkat yang lengkap.
Tuhan panggil kita untuk memperoleh berkat. Tetapi yang kita punya (modal awal), harus kita lepas dulu untuk memberkati. Modal awal kita memberkati orang yang berbuat jahat kepada kita. Saudara bisa katakan haleluya. Berkat Tuhan mencari dan membawa damai.
Beri diri kita untuk damai dengan Tuhan dan sesama. Mari kita lihat 2 Korintus 5:9-10, ayat 8 kita sudah baca kemarin di ibadah penghiburan.
2 Korintus 5:9-10, Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Jahat itu tidak berkenan kepada Tuhan. Membalas kejahatan juga menjadi sama seperti orang yang berbuat jahat pada kita. Satu waktu semua orang akan menghadap tahta pengadilan Kristus. Apa yang kita buat, Tuhan akan adili, baik ataupun jahat. Baik diam dalam tubuh ini –yang kelihatan; sikap, perbuatan, perkataan-, maupun yang tidak kelihatan –hati kita yang sebenarnya-. Baiklah kita berkenan kepada Tuhan.
Tahta pengadilan Kristus kita tidak dapat lihat hari ini. Tetapi setiap waktu, antara kita dan sesama di tengah-tengah ada tahta pengadilan Kristus, sekalipun kita tidak sadar kita tidak tahu. Antara kita dan Tuhan, ada tahta pengadilanNya yang adil. Mari saudara, beri diri untuk damai dengan Tuhan dan damai dengan sesama.
2 Korintus 5:20-21, Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
3. Mazmur 86:5 tadi, Tuhan suka mengampuni.
Sekalipun kita jahat, Tuhan mau mengampuni kita. Dari atas kayu salib, terhadap orang-orang yang menyiksa Dia, Yesus berkata, “Ya, Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.
Pengampunan itu buat engkau dan saya. Tuhan mengampuni. Kitapun harus mengampuni.
Mazmur 103:10-12, Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
From Sacramento with Love, Tuhan memberkati.