Jul
13

Benarkah Amerika Percaya Tuhan

Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009
Masihkah Orang Amerika Percaya Pada Tuhan?
Masihkah Orang Amerika Percaya Pada Tuhan? magnify

Bapak-bapak pendiri Amerika diketahui luas begitu kuat dasar kepercayaan mereka kepada Tuhan. Mereka kebanyakan dari tokoh-tokoh Kristen dan Yahudi yang bahkan mendedikasikan pendirian Amerika kepada Tuhan. Buktinya; sampai sekarang ini, sekalipun semakin banyak yang menentang, pada mata uang dollar Amerika terdapat tulisan “In God We Trust” atau “Kepada Tuhan kami percaya (berserah)”.

Tetapi kemerosotan Amerika terus terjadi. Menurut survey yang dilakukan merata di masyarakat Amerika (tanpa melihat latar agama dan budaya), orang Amerika yang percaya adanya Tuhan (Causa Prima) terus menurun dan saat ini berkisar pada 88% dengan sisa lainnya hanya percaya ‘kuasa’ yang universal atau ‘kuasa’ yang lebih tinggi dari peradaban manusia dan 5% mengatakan tidak percaya adanya Tuhan maupun apapun yang spiritual.

Di kalangan remaja dan pelajar (survey di titik beratkan di antara pelajar universitas), jumlah remaja yang aktif di kegiatan keagamaan (termasuk mengikuti ibadah keagamaan) menurun sampai sekitar 40% dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Masyarakat Amerika sepertinya lebih mementingkan materialism dan hal-hal yang cocok dengan akal manusia dan yang kelihatan saja sehingga di kalangan kaum yang memiliki gelar kesarjanaan jumlah mereka yang percaya adanya Tuhan (Causa Prima) drop sampai tinggal sekitar 70% dan sisanya tinggal percaya akan universal/higher spirit daripada Tuhan sebagai Causa Prima (Sumber dari segala sesuatu).

Mengenai masa kita sekarang dan masa-masa yang berikut dimana keadaan manusia akan lebih memprihatinkan, Alkitab berkata dalam 2 Timotius 3:1-4: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.”

Dalam keadaan dunia pada umumnya yang semakin menjauh dari Tuhan untuk perkara-perkara yang lahiriah, marilah kita sebagai orang percaya menjadikan ini semua peringatan untuk kita lebih lagi menuruti Tuhan dan percaya kepada Tuhan dengan kesungguhan hati. Sebab pada 2 Timotius 3 ayat ke-lima kemudian memberi teguran bukan lagi kepada orang dunia yang tidak percaya kepada Tuhan tetapi kepada kita orang-orang percaya supaya kita jangan secara lahiriah menjalankan ibadah, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya, yang berarti tidak hanya kita percaya Tuhan yang menjadikan semuanya dan sumber segala sesuatu yang ada, tetapi sebagai orang percaya yang beribadah kita juga harus percaya akan kuasa ibadah dalam hidup dan kehidupan kita hari ini, setiap hari dan bahkan mengandung janji untuk hidup yang akan datang (1 Timotius 4:8).

From Sacramento with Love.



Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: