Artikel berikut ini adalah kisah kesaksian seorang Dwi yang kalau tidak salah kisahnya ini telah di angkat ke layar kaca dengan judul ‘Bawa Aku Terbang’. Kisah ini cukup populer di website2 dan milis2 Kristen.

Seorang pria bernama Dwi sedari kecil bercita cita menjadi pilot. Ambisi yang besar serta keinginan membaja dengan tekad bulat, berhasil mengantarkan dia masuk ke sekolah penerbangan di curug, tangerang. Dengan seragam sekolah penerbangan, dia sangat bangga dengan seragamnya. Hobi-nya setiap hari adalah mejeng didepan kerumunan orang banyak, seolah olah mau mengatakan, lihatlah seragam saya, saya calon pilot!

Aksinya makin membuat dia over confident ketika bertemu dengan gadis-gadis. Saya calon pilot ! begitulah yang dia selalu ucapkan berkali-kali.

Satu ketika dia bertemu dengan seorang gadis mahasiswi di salah satu perguruan tinggi teologia, dan berkenalan dengannya. Namanya Bethania Eden, orang ambon. Perawakannya hitam manis, cara bicaranya sangat santun. Mereka saling jatuh cinta.

Sampai akhirnya Bethania dibawa oleh Dwi untuk dikenalkan dengan orang tuanya. Baru didepan rumah, Ibu dari Dwi sudah menunggu dan langsung melakukan interview live seperti acara breaking news. Yang pertama ditanyakan sang ibu bukanlah nama, melainkan berapa tanggal lahirnya dan langsung dihitung oleh sang ibu. Ternyata, menurut tanggalan Jawa, mereka tidak cocok. Pertanyaan kedua adalah kamu orang mana? Dan ibunya tidak setuju hubungan mereka.

Mereka akhirnya pacaran diam diam. Menjelang kelulusan Dwi dari sekolah pilot, dia harus melewati satu ujian, yaitu terbang solo dengan instrukturnya dengan menggunakan pesawat baru dari Jerman. Sebelum itu, dia sudah mendapat tawaran pekerjaan dari Garuda Indonesia (karena dia termasuk siswa cemerlang, bahkan tidak diperlukan test lagi untuk masuk ke garuda). Jadi, setelah lulus dia akan bekerja di Garuda. Pagi hari sebelum ujian, dia sempat menelpon sang kekasih untuk memberitahukan penerbangannya yang terakhir dalam sekolah.

Dia terbang, didaerah jawa barat. Berjalan beriringan dengan instrukturnya. 2 pesawat melayang terbang. Keduanya terlibat percakapan yang asyik, sampai mereka melewati batas zona hijau ( kondisi yang tidak disarankan untuk penerbangan, karena akan melewati awan putih yang hampa udara ) ketika masuk kedalam awan, pesawatnya langsung turun karena hampa udara dan jatuh ke tebing gunung Gede.

Pesawatnya terbakar kedua-nya. Sang instruktur bisa melepaskan diridari kebakaran, namun tidak bagi Dwi. Dia terbakar hidup hidup selama1 1/2 jam. Instrukturnya tidak bisa menolong karena api yang terlalu besar. Tapi akhirnya dwi bisa ditolong juga.

Masuk ke rumah sakit Siloam Glenagles, lippo karawaci yang waktu itu baru berdiri ( tahun 1997 ), dokter sudah memvonis bahwa hidup Dwi paling lama hanya 3 hari, karena luka bakarnya yang masuk grade 3 (sangat parah). Kondisinya ? lubang hidung menjadi lebih besar karena kulit sekitar hidung ciut akibat panas, daun telinga juga demikian. Belum lagi badannya yang gosong.

Dwi dimasukan kedalam ruangan isolasi, tenggorokannya terpaksa dilubangi untuk mengeluarkan asap dari paru parunya. Secara fisik, tidak mungkin hidup lama. 

Si Ambon, kekasihnya, ketika datang kerumah sakit, ditolak mentah mentah oleh ibu Dwi. Dia tidak diperkenankan masuk ke ruangan isolasi. Akhirnya dengan sedih dia menunggu di kapel ( ruangan untuk berdoa didekat ruangan isolasi ).

Benar juga, nafas Dwi makin lama makin lemah, dan beberapa saat
kemudian, dwi meninggal. Didepan dokter, orang tua dan suster, mayat Dwi diratapi. Disaat yang sama, sang kekasih tidak mengetahui apa yang terjadi, dia hanya berdoa, Tuhan, tolong Dwi, saya mau menerima dia apa adanya dengan kondisi apapun. Tuhan menjawab doanya.

Mayat Dwi tiba tiba duduk tegak sambil berteriak ‘Bethania’. Kontan saja semua orang disana dibuatnya terkejut. Sang dokter bertanya, siapa Bethania? Tetapi orang tuanya juga tidak tahu (karena tidak pernah menanyakan namanya). Akhirnya sahabat Dwi memberitahukan kalau itu nama pacarnya. Ketika memasuki ruangan, Bethania begitu kaget karena ia sama sekali tidak tahu kalau Dwi kondisinya sudah hancur.

Kalau wajah Dwi waktu dulu seperti Tom Ming Se, sekarang berubah seperti Tom Yam. Itulah Dwi, depresi mulai menyerangnya. Dia tidak mau lagi bertemu dengan orang orang. Dia mulai putus asa. Berteriak kepada Tuhan dari ruang isolasi, sambil memegang surat dari Garuda, selalu bertanya: kenapa, kenapa saya mesti begini?

Sang pacarpun tidak kalah depresinya. Setiap ke rumah sakit, selalu ditolak oleh Ibu Dwi, bahkan satu kali, wajah Bethania, diludahi oleh ibu Dwi. Tapi karena Bethania mengasihi Dwi, air ludah itu, dia bawa pulang dan dia doakan berkat bagi ibu Dwi.

Kesengsaraan fisik Dwi, membuat suster di rumah sakit tidak sampai hati melihatnya. Mereka tidak tahan dengan penderitaan Dwi. Tapi bersyukurlah masih ada Bethania, si Ambon yang sangat mengasihi Dwi.

Bethania akhirnya memutuskan untuk menikahi Dwi dan membicarakan kepada orang tuanya, dan mereka tidak setuju. Lalu dia pergi ke majelis gereja ( karena dia masuk pelayanan sebagai hamba Tuhan), mereka juga tidak setuju. Dari sekian pemuda di gereja ini, masak tidak ada untuk kamu, begitulah ibu majelis bertanya kepadanya. Dan kesempatan terakhir, adalah berbicara dengan orang tua Dwi. Singkat cerita mereka akhirnya menikah!

2 tahun dirumah sakit dengan 25 kali operasi plastik, akhirnya Dwi diperbolehkan pulang. Bukan karena Dwi sudah sembuh, melainkan dana dari departemen perhubungan sudah habis untuk biaya berobat dwi di rumah sakit. Padahal, jari jari tangan dwi masih menempel karena panas. Jadi sudah seperti burung pinguin tangannya.

Ada kejadian lucu ketika masih di rumah sakit. Satu kali Dwi merasa
bosan dengan masakan rumah sakit, dan hendak makan sate ayam. Satu satunya yang jual sate ayam adalah abang sate yang selalu melintas dibelakang rumah sakit pada waktu malam. Dwi serta pacarnya berdua menunggu dibelakang rumah sakit. Dwi waktu itu masih diperban seluruh badannya. Menunggu sekian lama, membuatnya capek dan hendak duduk di sebuah dahan pohon kamboja. Dan ketika tukang sate lewat, Dwi memanggil abang sate itu, he he yang ada tukangnya lari tunggang langgang, sampe gerobaknya menabrak tiang listrik. Besoknya tersebar rumor para pedagang, bahwa malam malam ada setan di belakang rumah sakit.

Pernah juga Dwi tanpa sengaja tangannya ditarik oleh seorang kru film yang sedang syuting di rumah sakit. Mereka berpikir, dwi itu figuran mereka. Ternyata mereka sadar kemudian, itu bukan figuran mereka.

Lepas dari rumah sakit, Dwi harus bekerja. Tapi bekerja dimana dengan kondisi badan seperti itu (kepalanya botak abis, mukanya masih belang belang ) apakah mudah mendapatkan pekerjaan. Akhirnya ada tawaran sebagai agen asuransi.

Sewaktu di wawancara, dia dipandang sebelah mata oleh si pewawancara. Target orang normal aja sebulan 1 klien. Tapi untuk Dwi 2 bulan 1 client. Tahu apa yang terjadi? 43 client malah dia bisa dapatkan hanya dalam tempo 1 bulan.

Dwi kemudian bukan hanya bekerja, tapi juga dia mau membagi kesaksian hidupnya kepada semua orang. Semangat hidupnya mulai bangkit.

Ketika dia membagikan cerita hidup kepada tentara tentara yang cacat ( akibat perang dengan GAM ), mereka akhirnya mau kembali lagi kepada Yesus, dimana sebelumnya mereka menyalahkan Tuhan karena tidak menyertai mereka berperang. Bahkan tak jarang, clientnya banyak yang mengikuti Yesus. Tahun 2003, dia mendapat predikat agen terbaik dari tempat asuransi dia bekerja.

Beberapa waktu lalu, Bethania mendapat pelayanan untuk melayani satu keluarga. Alangkah terkejutnya keluarga itu melihat suami sang pendeta seperti itu. Namun setelah diberitahu, mereka baru bisa tenang. Dan salah satu dari anggota keluarga itu, sangat tertarik untuk membawa cerita Dwi menjadi serial sinetron.

Dwi kemudian menjadi karyawan RCTI (dengan jabatan khusus).

Source dari John Daniel

[Ke 360 GPdI Sacramento klik di sini]

Aug
17
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 17-08-2007

Dirgahayu RI ke-62

Pertama-tama.. Merdeka! Buat semua saudara-saudari sebangsa setanah air, dari Sabang sampai Merauke, New Jersey ke San Francisco (USA), Perth Australia terus yang di Seoul Korea sampai Netherland Germany England etc yang di benua Eropa, kami dari Sacramento mengucapkan "Dirgahayu Indonesia ke-62".

Walau jauh dari kampung halaman dan banyak yang sudah menjadi citizen-citizen berbeda-beda, tetapi jauh di dalam hati tetap Indonesia.. merah darahku, putih tulangku (emangnya siapa yang darah kuning tulang biru? hehe..).

Tapi benar, kerinduan orang Indonesia di perantauan (khususnya yang di USA berdasarkan pemantauan redaksi) akan tanah air atau setidaknya suasana nusantara begitu besar.

Hari ini 17 Agustus 2007, walau di Indonesia sendiri sudah bobok malam (karena perbedaan waktu), beberapa kantor konsulat Indonesia di Amerika mengadakan upacara bendera memperingati ulang tahun kemerdekaan RI dan banyak orang Indonesia yang saat itu punya waktu luang datang meramaikan upacara bendera yang diadakan kantor-kantor konsulat tersebut.

Seperti di San Francisco, suasana ramai memperingati HUT RI 17 Agustus tersebut, semakin hari semakin dikenal dan terkenal dari mulut ke mulut masyarakat Indonesia di daerah Bay area sampai Sacramento area karena aneka rupa hidangan khas Indonesia pengobat rindu tanah air yang disajikan konsulat SF buat masyarakat Indonesia yang datang pada acara upacara bendera dan setelahnya sepuasnya (free) sepanjang hari.

Wah bisa kebayang kan? Sedapnya.. puasnya.. Sampai jadi pingin memberi usulan kepada bapak ibu kita di konsulat, "Bagaimana kalau acara ini diadakan setiap kali tujuh belasan? Ehm.. maksud saya 17 Agustus, 17 September, 17 Oktober.. setiap 17-an gitu." Ya, bagaimanapun ini hanya usulan saya dan semua masyarakat Indonesia lainnya di perantauan. Kalau ditolak ya tidak apa-apa (walau sedikit kecewa), kalau diterima ya… (dengan suara memekik) merdeka! 17 kali.

Indonesian Day

Oh ya, sekitar seminggu sebelumnya yaitu Sabtu 11 Agustus 2007, di Union Square San Francisco, ada perhelatan besar masyarakat Indonesia Northern California juga dalam rangka menyambut HUT RI yang diadakan setiap tahun yaitu "Indonesian Day".

Indonesian Day tidak hanya dikenal dan dihadiri oleh orang-orang Indonesia di Bay area dan Sacramento area, tetapi juga dikenal dan dihadiri oleh orang-orang Amerika asli dan pendatang yang ada di San Francisco yang mana acara Indonesian Day telah mendapat perhatian sampai Major/walikota San Francisco dan pemerintahan state California. Karena itulah setiap tahunnya Indonesian Day dapat diadakan di Union Square yang adalah jantung kota downtown San Francisco.

Acaranya selain (biasa) aneka rupa makanan dan jajanan nusantara (yang ini usaha, tenda-tenda dari restaurant dan juru masak di California, jadi musti bayar), Indonesian Day juga menampilkan panggung kesenian dan atraksi berbagai hal mengenai Indonesia dari seni tradisional sampai modern.

Tahun ini (juga tahun lalu), di panggung Indonesian Day diisi oleh Katon Bagaskara (yang terkenal dulu dengan grup Kla Project) yang datang bersama istrinya, Ira Wibowo yang seorang aktris sinetron di Indonesia. Katon banyak sibuk dengan tributenya buat membantu korban bencana-bencana alam di Indonesia seperti tahun lalu tournya di USA dalam rangka mengumpulkan dana membantu korban tsunami di Aceh dan Sumatra Utara.

Bila anda ingin mengunjungi Indonesian Day, anda dapat membuat rencana jalan-jalan liburan Agustus tahun depan sejak saat ini, karena Indonesian Day biasanya diadakan hari Sabtu sebelum 17 Agustus setiap tahunnya. Untuk jelasnya anda dapat menghubungi konsulat RI San Francisco.

California State Fair Sacramento

Di Sacramento sendiri, sejak 17 Agustus 2007 hari ini, California State Fair telah dimulai dan akan berlangsung sampai 3 September 2007 bertepatan dengan hari libur di USA, Labor Day.

California State Fair yang telah mulai diadakan sejak 154 tahun lalu ini, menurut gubernur Arnold Schwarzenegger adalah salah satu fair terbesar dan termeriah yang ada di Amerika. Masih menurut gubernur, begitu banyak atraksi yang akan mengejutkan kita di fair ini sehingga saat kita pulang kita akan berkata (dengan suara berat dan tekanan seperti di film Terminator) "I’ll be back".

Tetapi bukan hanya permainan dan berbagai macam expo yang membuat California State Fair ini terkenal. Pertunjukan dan panggung musik yang disediakan di arena fair juga bermacam-macam dengan artis yang berbeda-beda setiap tahun.

Untuk tahun ini satu grup Christian "Third Day" akan tampil di panggung musik utama California State Fair ini. Kemudian salah satu finalist American Idol tahun lalu Chris Daughtry juga dijadwalkan tampil. Tentu banyak lagi lainnya hanya tidak banyak kami tahu karena kami tidak mengikuti lagi perkembangan musik akhir-akhir ini.

Sementara untuk Third Day yang dijadwalkan tampil hari Selasa 28 Agustus 2007, dikenal di kalangan Kristen dengan beberapa lagu mereka terutama lagu Agnus Dei (yang juga dinyanyikan oleh Michael W. Smith) dan Cry Out To Jesus, dan lagu vocalist utama mereka Mac Powell pada album City On A Hill, album bersama beberapa penyanyi dan band Kristen, yaitu lagu Mac Powell Third Day dan Cliff dan Danille Young dari grup Caedmon’s Call berjudul God Of Wonders yang liriknya sebagai berikut:

Lord of Heaven and Earth
(Lord of all creation)
Lord of Heaven and Earth

Lord of all creation
Of the water, earth and sky
The Heavens are your Tabernacle
Glory To the Lord on high

God of wonders
Beyond our galaxy
You are holy, holy
The universe
Declares your majesty
You are holy, holy

Early in the morning
I will celebrate the light
And when I stumble into darkness
I will call your name by night

God of wonders
Beyond our galaxy
You are holy, holy
The universe
Declares your majesty
You are holy, holy

Hallelujah (to the lord of heaven and earth)
Hallelujah (to the lord of heaven and earth)
Hallelujah (to the lord of heaven and earth).

Nah sekian dulu dari redaksi Sacramento, jangan lupa untuk kunjungi California State Fair Sacramento kalau anda ada di Sacramento area atau anda dapat membuat planning liburan anda tahun depan ke Sacramento, San Francisco dan tempat-tempat lainnya di California sekaligus ber-tujuh belas agustus-an dan mengunjungi California State Fair.

Akhirnya kami muat di sini satu video konser Third Day di New Sealand (dari offisial website mereka) menyanyikan lagu Agnus Dei featuring Darlene Zschech. [Semoga videonya dapat tampil di monitor komputer anda.]

Aug
10
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 10-08-2007

Terutama untuk pemuda pemudi yang masih jomblo (yang berharap tidak jomblo terus), bagaimana mengerti kesepadanan atau kecocokkan dan memantapkan menemukan pasangan hidup; baca tulisan berikut ini "Beda Cinta dan Cocok/Sepadan".

Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta –cinta romantik, bukan cinta agape, yang
biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke
mahligai pernikahan.

Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak
cukup kuat untuk merekatkan keduanya.

Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan/sepadan, bukan cinta.

Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.

Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba- tiba hinggap di atas kepala kita. Saya
menggunakan istilah "datang" karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri
mencintai seseorang.

Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu
kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini.
Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan
itu,
kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.

Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka.

Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena sabarannya,
kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau sikapnya yang simpatik,
dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di
atas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas
tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang
kita mengukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya.

Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.

Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan.

Namun khusus untuk pembahasan kali ini,saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka
tidak identik namun sering dianggap demikian. Saya berikan contoh.

Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar
seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin
membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu
contoh di mana suka tidak sama dengan cocok.
Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang
berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya.

Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa
melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu cocok buat saya; yang cocok
dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup.

Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan
ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka
yang lebih kecil dan — ini yang penting — cenderung menghalau
ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah.

Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran.

Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap,"Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya." Salah besar!

Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan sepadan!

Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita.

Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam, Ia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya
ada pada penciptaan istri manusia, yakni, "Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Kata "sepadan" dapat kita ganti dengan kata "cocok." Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang sepadan untuk Adam.

Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok.
Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata "sepadan" dengan kata "cinta". Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita.

Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku?

Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh motto, "Cinta adalah segalanya," dan melupakan fakta di lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.

Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!

Teman-teman ini saya juga berikan sebuah doa untuk menemukan pasangan hidup yang tepat dan cocok, doa ini sangat indah semoga juga bisa memberikan kesadaran bahwa semua itu akan kita kembalikan kepada Sang Empunya kehidupan. Ini saya buat dua versi yang bisa digunakan sesuai kebutuhan teman2.

PRAYER FOR LIFETIME PARTNER

Tuhanku,

Aku berdoa untuk seorang pria/perempuan, yang akan menjadi bagian dari hidupku.

Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria/perempuan yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria/perempuan yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Wajah ganteng/cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau.
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas. Seorang pria/perempuan yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku. Seorang pria/perempuan yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku/ ketampanan tetapi karena hatiku.
Seorang pria/perempuan yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang perempuan/pria ketika berada di sebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.

Seorang pria/perempuan yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.

Seorang pria/perempuan yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang
membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang
membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta :

Buatlah aku menjadi seorang perempuan/pria yang dapat membuat pria/perempuan itu bangga dan bahagia.

Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku/ ketampananku datang dariMU bukan dari luar diriku. Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.

Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.

Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.

Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan. Amin.

Oleh: Dr. Paul Gunadi

Lamar Boschman - "When I worship, I would rather my heart be without words than my words be without heart."