From Sacramento with Love. Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih telah mengunjungi website kami ini. Semoga apa yang kami dapat bagikan melalui website dapat menghibur juga membangun. Visit us back soon. Dan jangan lupa kunjungi juga 360.yahoo.com/gpdisacramento. Tuhan memberkati. Sacramento terletak di central California sebagai ibukota California, 80 miles utara San Francisco.
30 Maret 2007 di Adventure Church, Roseville, Newsboys mengunjungi Sacramento area lewat konser GO Tour mereka bersama Kutless dan Stellar kart.
Stellar Kart
Kelompok anak-anak muda dari Arizona ini menjadi pembuka konser GO Tour malam itu. Energi dan semangat keempat personil Stellar Kart ini patut dipuji. Adam Agee – Vocals dan Guitar, Cody Pellerin – Guitar, Jordan Messer – Drums, dan Brian Calcara – Bass, mereka berempat yang baru saja mendapat Dove Award lewat lagu mereka "Me and Jesus" yang terpilih sebagai Rock Contemporary Song of The Year (bulan April tahun ini), tampil tidak kenal lelah lewat aksi panggung mereka yang energic.
Lagu mereka "Me and Jesus", memang merupakan lagu mereka yang paling ‘manis’. Sekalipun untuk pertama kali mendengar lagu mereka yang satu ini, nada dan irama lagu "Me and Jesus" dapat dengan cepat lengket di hati kita. Pantas saja kalau lagu ini dipilih sebagai lagu rock contemporay tahun 2007 Dove Award setelah di tahun 2006 selama 7 minggu berada pada posisi puncak chart lagu-lagu contemporary radio-radio rohani dan sebagai lagu nomor 11 paling banyak on air di tahun 2006.
Stellar Kart menampilkan beberapa lagu mereka lainnya dari album "All Gas. No Brake" dan "We Can’t Stand Sitting Down" yang rata-rata beraliran ‘cadas’ malam itu. Tapi sekalipun demikian, lagu penutup mereka "Life is Good" kemudian memberikan message yang jelas dan membangun juga nada dan musik yang cukup indah di akhir penampilan mereka. Perhatikan lirik berikut: All around me smiling faces, Different people from different places, Time is short, don’t wanna waste it, No ashamed so I’ll just say it, Whoa, whoa, whoa, whoa. All around me Your creation, Brings me to my knees in adoration, Beauty here cannot compare to, What I see when I first see You. Dan bagian reff-nya: Life is good, Eternal life is better, empat kali dan delapan kali ‘Life is good, Eternal life is better’ di akhir lagu.
Kutless
Group berikutnya Kutless yang tampil setelah Stellar Kart. Terinspirasi langsung dari Roma 6:23, "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita", Kutless menyebut bahwa Tuhan Yesus sudah tebus mereka dan mengambil penderitaan, sengsara dan kutuk kita (He took our cuts for us..) yang semestinya menjadi upah dosa kita, dan mengaruniakan kita hidup yang kekal (…leaving us Kutless/cutless), yang kemudian menjadi alasan mereka menamakan group mereka Kutless sebelum merilis album pertama mereka (yang juga berjudul Kutless) di tahun 2002 menggantikan nama Call Box yang sebelumnya mereka pakai sejak pertama terbentuknya worship band ini di tahun 2000 di Portland, Oregon.
Kutless mulai banyak dikenal dikalangan Kristiani melalui album ketiga mereka Strong Tower yang dirilis tahun 2005 dengan lagu hits mereka di radio-radio Kristian Amerika berjudul sama seperti albumnya "Strong Tower". Dan lagu inilah yang menjadi lagu pembuka Kutless malam itu; reff: You are my strong tower,Shelter over me, Beautiful and mighty, Everlasting King. You are my strong tower, Fortress when I’m weak,Your name is true and holy, And Your face is all I seek.
Penampilan Kutless kemudian ditutup dengan lagu praise and worship bersama-sama semua yang hadir dengan lagu "Better is One Day"; reff: Better is one day on Your courts, Better is one day on Your house, Better is one day on Your courts, Than thousands elsewhere.
Newsboys
Group band yang aslinya terbentuk di Australia sejak tahun 1985 ini beranggotakan Peter Furler (lead vocals, guitar, drums; member sejak 1985), Duncan Philips (drums/percussion; member sejak 1993), Jeff Frankenstein (keyboards, bass, backing vocals; member sejak 1994), dan Paul Colman (guitar, backing vocals, bass; member sejak 2006), mengawali penampilan mereka bersamaan dengan kepulan asap di panggung dan suara Peter Furler mengalunkan lagu hits mereka yang mendapatkan Dove Award Rock Recorded Song of The Year 1995 "Shine" sekalipun Peter sendiri belum terlihat berada di panggung.

Suasanana semarak semakin menjadi lebih semarak lagi begitu Newsboys memulai penampilan mereka malam itu. Seperti lagu pembuka mereka "Shine", panggung dan ruangan tiba-tiba menjadi begitu warna-warni dan mengkilap dengan panggung/stage set-up production yang mereka bawa untuk konser GO Tour ini. Ribuan watt lampu dan efeknya yang seirama dengan lagu yang mereka sementara bawakan, juga live video beberapa dan besar-besar di belakang panggung sampai ke atas menyiarkan klip-klip live dari berbagai arah oleh beberapa kamera, belum lagi tata panggung yang menarik, semuanya menjadi satu paket yang menyemarakkan suasana ruangan dan tentunya suasana hati kita yang hadir.

Sebelumnya memang sempat ada rasa ragu untuk datang pada konser kelompok yang disebut-sebut the most popular and best selling album Christian pop rock band selama dua dekade terakhir ini karena embel-embel pop rock-nya, terutama untuk kaum hawa/wanita. Tetapi Newsboys dengan segera menghapus kegelisahan tersebut dengan lagu-lagu yang manis dan penampilan mereka yang begitu rapi dan indah apalagi ditambah kelap-kelip lampu tadi dan video klip live sebagai latar belakang panggung. Belum lagi pesan-pesan luar biasa dari setiap lagu mereka ditambah pesan-pesan lisan membangun Peter Furler sang vokalist yang besar di lingkungan gereja dan seorang anak pendeta.

Sebagai suatu kelompok band yang begitu dikenal, Newsboys memang begitu apik dan profesional selama penampilan konser mereka malam itu. Lagu-lagu mereka terdengar begitu semangat dinyanyikan bersama semua yang hadir malam itu. Efek-efek yang mutakhir tidak menjadikan pesan dari setiap lagu mereka tertutup tetapi justru menghidupkan pesan yang ada dari setiap lagu yang keseluruhannya dapat disimpulkan kira-kira seperti tema tour mereka "GO! - Pergi ke seluruh dunia dan menjadi terang (shine) bagi bangsa-bangsa".
Paul Colman, anggota band yang paling baru yang bermain guitar dan mengisi bass untuk rekording studio (Jeff memainkan synth-bass di keyboards saat konser live) karena bassist mereka Phil Joel (member sejak 1995) memutuskan meninggalkan band karena panggilan ministry pribadi dan keluarga, sebelumnya telah memperkenalkan Global Tribe ministry yang selama ini mereka dukung sebagai usaha memberantas kemiskinan di negara-negara dunia ketiga terutama di Meksiko, Nigeria dan India. Karena itu salah satu misi Newsboys juga menyebarkan terang Kristus dan memberantas kemiskinan rohani yang terjadi di dunia ini.
Satu catatan kami ketika mereka bermain musik irama nostalgia yang Peter sebut Newsboys old school version lagu "Turn your eyes upon Jesus". Di situ Peter, Jeff dan sekali-kali Paul saling berbalasan menyanyi dan bermain musik dan seperti berpantun dengan versi jaman dahulu/old school yang lucu juga menarik yang kemudian dilanjutkan dengan lagu "It is You" yang liriknya:
As we lift up our hands
Will You meet us here?
As we call on Your Name
Will You meet us here?
We have come to this place
To worship You
God of mercy and grace
It is You
We adore
It is You
Praises are for
Only You
The heaven’s declare
It is You
It is You
Holy, holy is our God Almighty
Holy, holy is His Name alone
Holy, holy is our God Almighty
Holy, holy is His Name alone
It is You
We adore
It is You
Only You.

Lagu lainnya seperti "Blessed Be Your Name", "Go", "I’m Not Ashamed", "Your Love is Better than Life" dan banyak lagi mereka bawakan semuanya dengan apik. Satu lagu bahkan sampai saat ini "Something Beautiful" tetap selalu diputar di radio The Fish Sacramento dan memberi suasana yang ‘beautiful’ apapun situasinya setiap kali mendengar kembali lagu ini ‘WHEN WE LAUGH SO HARD WE CRY, OH THE LOVE BETWEEN YOU AND I, SOMETHING BEAUTIFUL’.
Penampilan Newsboys kemudian ditutup dengan lagu mereka yang paling ditunggu setiap konser-konser mereka "I am Free" - I am Free to live for You… Who the Son sets free, is free indeed. Sedikit memberikan dorongan Peter malam itu beberapa kali ia memberi penekanan ‘kemerdekaan kita hanya terjadi di dalam Yesus Kristus, Anak domba Allah’. Peter berkata, bukan karena kita Kristen atau sejak kecil kita biasa ke gereja maka kita mengalami kemerdekaaan hidup rohani, bukan, tetapi hanya melalui Yesus Kristus. Hanya kuasa Tuhan yang dapat memerdekakan kita.
Dan benar kita diberkati bukan hanya karena konsernya yang mana penghargaan kepada Newsboys buat penampilan mereka yang memikat bersama Kutless dan Stellar Kart, tetapi juga karena pesan-pesan rohani dan pujian-pujian yang menyentuh hati sepanjang konser malam itu. Banyak anak-anak muda (khususnya) kembali dari konser malam itu dan mulai bertanya tujuan hidupnya Tuhan tempatkan mereka di dunia ini di keluarga dan lingkungannya. Dan banyak lagi yang rindu lebih mengenal lagi siapa Yesus yang mengasihi dan dapat membebaskan mereka. @ http://360.yahoo.com/gpdisacramento
Keterangan foto terakhir : Peter Furler, lead vocals yang awalnya sampai beberapa album Newsboys pertama adalah drummer band ini belum sebagai vocalist, malam itu (tampak di foto) kembali menunjukkan ketrampilannya memainkan perkusi sambil ia dan perkusinya naik sampai kira-kira lima meter (bisa lebih) sementara Duncan Phillips yang sekarang drummer band ini (Duncan sebelumnya bermain keyboards yang kemudian bertukar posisi dengan Peter yang drummer menjadi vokalist) memakai seat belts (sabuk keselamatan/pengaman) sambil terus menggebuk drumnya dengan lincah, ia dan seluruh peralatan drums naik beberapa meter kemudian terbalik 90 derajat seperti jam dinding. Adegan seru dan menegangkan yang mereka telah perkenalkan sejak akhir 90-an tersebut semakin menarik dan menegangkan pada saat Duncan Phillips dan peralatan perkusinya yang telah miring seperti jam dinding mulai berputar (berotasi) searah jarum jam pada posisi miring tersebut sementara permainan drums Duncan tidak terpengaruh dan tetap sekualitas permainan drummer profesional.
"YOSUA" Ia seorang
tokoh dan sekaligus pemimpin yang secara konsisten
mengikuti Allah. Sebagai manusia memang Yosua pernah
melakukan kesalahan juga seperti pada saat ia ditipu
oleh bangsa Gibeon. Ceritanya begini ; bangsa Gibeon
mendengar tentang apa yang dilakukan Yosua terhadap
penduduk Yerikho dan Ai, itu sebabnya mereka menjadi
takut maka demi menyelamatkan diri, mereka menyamar
menjadi orang miskin dengan pakaian robek-robek
mendatangi Yosua meminta belas kasihan. Akibatnya maka
Yosua berjanji demi Allah bahwa mereka tidak akan
dibinasakan.
Nah janji ini atas nama Allah, sehingga mereka
benar-benar tidak boleh diusik lagi (lih psl 9). Namun
kejadian ini diketahui oleh Yosua pada hari yang ke
tiga. Lalu Yosua bertanya mengapa mereka menipunya?
Yosua tidak dapat mebatalkan janji itu, karena atas
nama Allah. Namun Yosua kemudian mengutuk mereka atas
nama Allah supaya mereka menjadi budak Israel. Orang
Gibeon tidak mengeluh, sebab sebagai budak mereka
masih dapat hidup berdampingan dengan orang Israel,
dan mereka masih mendapat perlindungan. Dan pada
waktu itu mereka dijadikan Yosua tukang belah kayu dan
tukang timba air.
Secara umum Yosua ini bersih. Itu sebabnya wejangannya (Yosua 23 & 24) begitu penting untuk kita
pelajari. Mari kita lihat sekilas Wejangan tersebut .
I. YOSUA TELAH MENAATI SEMUA PERINTAH TUHAN
Siapa Yosua itu? Mulanya ia adalah Abdi Musa (lih Yos
1 :1), namun karena Musa mati, maka Yosua harus
menggantikannya. Inilah regenerasi kepemimpinan dalam
pelayanan. Pemimpin boleh saja mati, namun pekerjaan
Tuhan tetap berlanjut. Jaman sekarang banyak pemimpin
yang berkharisma. Kepemimpinannya luar biasa, namun ia
tidak dapat menciptakan pelanjutnya. Tidak hanya itu,
bahkan ada yang tidak berani berbicara tentang
masalah pelanjut, kalau bisa jabatannya seumur hidup.
Tidak salah menjabat seumur hidup seperti Musa, namun
jauh-jauh hari semestinya sudah dipersiapkan calon
pengganti. Supaya kharismanya bisa tertular pada
generasi selanjutnya. Namun sebaliknya, banyak sekali
pemimpin yang sudah uzur, masih mempertahankan
kursinya. Jangan coba Anda menyentuhnya, kalau tidak
mau mencari kesulitan.
Tentu tidak gampang bagi Yosua yang masih muda sebagai
pengganti Musa. Ia bakal menghadapi banyak tantangan
dan kesulitan. Dengan mata kepala sendiri Yosua pernah
menyaksikan betapa tegar tengkuknya orang-orang Israel
tatkala berontak kepada Musa. Ia juga pernah
menyaksikan bagaimana orang-orang Israel itu
bersungut-sungut tatkala mereka tidak puas dengan
masalah konsumsi. Hingga hari ini Yosua masih ingat
terhadap kedahsyatan Musa memepinpin orang Israel
menyeberangi Laut Teberau dalam keadaan kering. Tentu
semua ini menjadi tantangan yang besar? Apakah ia juga
sanggup sejajar dengan Musa si pendahulunya itu?
Bagaimana pendapat orang-orang Israel?
Namun kita bersyukur, berkali-kali Yosua mendapat
perintah dan dukungan dari Tuhan Allah supaya kuat dan
teguhkan hati. Peringatan Tuhan agar dia jangan pula
menyimpang ke kanan ataupun ke kiri. Dan hingga usia
lanjut semua perintah Tuhan sudah ditaati, itu lah
yang membuat Yosua terhitung sebagai orang yang
berhasil.
Setiap manusia memiliki hidup yang cukup rentan dan
riskan. Khilaf saja sedikit kita akan jatuh pada
kesalahan (dosa). Hingga hari ini tidak ada asuransi
yang dapat kita beli untuk menjamin agar kita akan
hidup bersih hingga masa tua. Oleh sebab itu yang kita
butuh hanyalah ketaatan seperti Yosua. Format dari
Tuhan itu selalu sama, apabila orang Israel taat, maka
mereka menang. Sebaliknya apabila mereka tidak taat
maka mereka kalah.
Kita datang dari latar belakang yang berbeda, namun
kebutuhan kita sama. Kita butuh Tuhan, kita butuh
petunjuk Arah hidup. Khususnya bagi mereka yang
merantau ke luar kota untuk sekolah , bekerja dan
menetap di sana. Apalagi mereka yang baru saja pindah
ke suatu kota, kadang merasa sangat kesepian, teman
belum ada, suasana asing sekali. Atau sebaliknya ada
juga yang merasa justru bebas merdeka, tidak
dikungkung lagi oleh orang tua. Dalam kondisi ini jika
tidak ada firman Tuhan yang kita taati dan sebagai
penopang hidup tentu akan menggoyahkan hidup kita.
II YOSUA TELAH MENGERJAKAN SEMUA PERINTAH TUHAN
Yosua sudah tua (lanjut usia). Saat itulah ia
mengumpulkan para tua-tua Israel untuk membagikan
beban yang ada dalam hatinya ( Yos 23 : 1). Ia telah
menyelesaikan tugas di bumi ini, Ia telah memimpin
umat Israel memasuki Tanah Perjanjian. Ia telah
mengalahkan kekuatan-kekuatan Kanaan yang mengancam
Israel. Ia telah menyelesaikan tugasnya untuk membagi
tanah kepada suku-suku Israel. Dan saat ini ia akan
meninggalkan pesan-pesan yang terakhir untuk umat
Israel.
Menarik sekali ~ Yosua tidak menonjolkan nama
pribadinya, tidak seperti para pemimpin masa kini,
padahal boleh dibilang ia yang berjasa dan layak untuk
semua ini. Para pemimpin masa kini sering menyebut,
saya telah membangun ini dan itu. Saya telah mengangat
siapa dan siapa. Saya merencanakan apa dan apa. Beda
dengan Yosua, nama Tuhan yang ia kedepankan. Lihat
ayat 3 “Dan kamu ini telah melihat segala yang
dilakukan Tuhan Allahmu kepada semua bangsa di sini
demi kamu, sebab Tuhan Allahmu, Dia telah berperang
bagi kamu” Lalu ayat 5 mencatat “Tuhan Allah yang
mengusir dan menghalau mereka dari depanmu”
Ayat 6 Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara
dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab Hukum
Musa supaya kamu jangan menyimpang ke kanan maupun ke
kiri. Nasihat yang ia terima dahulu waktu masih muda
dari Tuhan, sekarang dengan nasihat yang sama ia pakai
untuk menasihati umat Israel. Bahkan Yosua menambah
kata “benar-benar” , menunjukkan ketegasan. Yosua tahu
bahwa dengan menjalankan nasihat tersebut , maka
langkah umat Israel juga akan berhasil.
Saya tidak tahu hingga detik ini masih adakah tersisa
dalam hidup Anda segala janji yang belum terpenuhi.
Apakah Anda sudah mengerjakannya? Hutang janji apa
yang Anda belum bayar? Pelayanan apa yang belum Anda
kerjakan? Komitmen apa yang Anda belum penuhi? Yosua
telah melaksanakan semua? Lalu, kita bagaimana? Anda
bagaimana?
III. YOSUA TELAH MEYERAHKAN SEMUA KEPADA TUHAN
Bagi Yosua, kemenangan demi kemenangan yang ia rebut
tidak terlepas dari sangkut-paut dirinya dengan Tuhan.
Makanya di ayat 8 nasihatnya supaya umat Israel harus
berpaut kepada Tuhan; seperti yang telah dilakukan
selama ini. Bagi Yosua apabila ia menyerahkan hidupnya
kepada Tuhan maka Tuhan tidak segan-segan menolong dan
meberikan kekuatan yang sangat dahsyat. Ayat 10
mencatat “ Satu orang saja dari padamu dapat mengejar
seribu, sebab Tuhan Allahmu Dialah yang berperang bagi
kamu” Satu melawan seribu, tidak tanggung-tanggung.
Semua kekuatan ini tentu berasal dari Tuhan. Itulah
sebabnya di ayat 11 dikatakan “Maka demi nyawamu,
bertekunlah mengasihi Tuhan Allah Mu”
Seseorang yang menyerahkan semua kepada Tuhan, pasti
di dalam kehidupannya terlihat nilai plus. Tatakala
Musa mengirim dua belas orang pengintai untuk
mengintip kota Kanaan yakni negeri Perjanjian ini,
maka sepuluh orang kembali dengan bersungut-sungut.
Mereka berkata di kota itu penuh melimpah susu dan
madu dan tinggal juga orang-orang yang bertubuh tegap
(raksana) orang Enak; dengan demikian maka tidak ada
harapan lagi bagi kita untuk merebut kota tersebut.
Beda dengan pendapat dua orang lain yakni Yosua dan
Kaleb, mereka juga melihat kota Kanaan penuh dengan
susu dan madu, dan dihuni oleh orang-orang besar
(raksasa), namun Yosua berkeyakinan akan merebut kota
itu. Inilah letaknya kelebihan orang yang menyerahkan
semua kepada Tuhan. Ada nilai plusnya.
Pada kesempatan lain tatkala Yosua menyampaikan pidato
lanjutannya di Sikhem. Secara panjang lebar ia
menyampaikan sejarah perjalanan panggilan mulai dari
Abraham hingga memasuki negeri perjanjian itu. (lih
dan banding dengan Yosua 24). Yosua juga menantang
para pendengarnya untuk mengambil keputusan dalam hal
keagamaan mereka. Yos 24:15 “Tetapi jika kamu anggap
tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada
hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang
kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai
Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu
diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan
beribadah kepada TUHAN!" Sekali lagi letak perbedaan
Yosua dengan umat Isreal lainnya. Ia memiliki nilai
plus dari yang lain.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memiliki nilai plus
atau minus? Nilai minus nadanya biasanya sumbang atau
tidak enak. Orang yang dipakai Tuhan dengan
sungguh-sungguh harus memiliki nilai plus. Dengan
demikian maka pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu
salib untuk menebus dosa kita juga tidak sia-sia.
Akhirnya biarlah kita tetap memegang wejangan orang
tua yang bernama Yosua ini. Ia sukses karena keteguhan
dan ketaatan serta kesetiaannya pada Firman Tuhan.
Perjalanan hidupnya tidak menyimpang dari Firman
Tuhan. Bahkan hingga akhir riwayat hidupnya ia
ditemukan bersih.Kita juga rindu kehidupan yang
demikian bukan? “Hanya, kuatkan dan teguhkan hatimu
dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai
dengan seluruh hokum yang telah diperintahkan kepadamu
oleh hamba-Ku Musa, jangan menyimpang ke kanan dan ke
kiri, supaya engaku beruntung kemanapun engkau
pergi”.(Yos 1 : 7) Dari 5menit2ayat