From Sacramento with Love. Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih telah mengunjungi website kami ini. Semoga apa yang kami dapat bagikan melalui website dapat menghibur juga membangun. Visit us back soon. Dan jangan lupa kunjungi juga 360.yahoo.com/gpdisacramento. Tuhan memberkati. Sacramento terletak di central California sebagai ibukota California, 80 miles utara San Francisco.
Setelah berada hampir seminggu di Sacramento, dua ikan paus/whale humpback yang oleh representative gubernur California/Liutenant Governor diberi nama Delta dan Dawn (diperkirakan mama dan anaknya), hari Minggu 20 Mei 2007 kira-kira jam dua siang memulai perjalanan mereka kembali ke arah lautan lepas San Francisco Bay area (kira-kira 90 miles) menurut keinginan mereka sendiri.
Sebelumnya, berbagai cara telah dilakukan pemerintah dan departemen yang berwenang dengan alat-alat teknologi yang canggih sebagai usaha memanggil Delta dan Dawn kembali ke lautan lepas tetapi gagal dan kedua ikan paus itu sepertinya betah berlama-lama di pelabuhan sungai Sacramento dan menjadi hiburan ribuan orang dari Sacramento dan dari luar Sacramento dan California selama beberapa hari.
Sampai tiba-tiba di hari Minggu kemarin, disaat banyak orang (whale watcher) yang memadati tepian sungai dekat port of Sacramento menyaksikan Delta dan Dawn mulai bergerak ke satu arah meninggalkan pelabuhan, sementara sebagian kerumunan orang yang datang belakangan tidak dapat menemukan lagi kedua whale humpback ini berputar-putar timbul tenggelam di sekitar pelabuhan.
Dan setelah sempat melihat dengan mata kami sendiri, mendengar Delta dan Dawn memulai kembali perjalanan pulang mereka menuju lautan lepas, kami dan semua orang di Sacramento merasa kehilangan dan mengucapkan ‘Selamat jalan dan sampai berjumpa lagi’ buat Delta dan Dawn.
Ya, semoga berjumpa lagi sebab sebelumnya seekor humpback yang diberi nama Humphrey pernah menjadi perhatian di tahun 1985 selama hampir sebulan berenang di sekitar delta (delta yang mana kemudian menjadi nama buat Delta yang saat ini bersama Dawn, karena Delta dan Dawn pertama terlihat hari Senin 14 Mei 2007 di sekitar delta tersebut), uniknya Humphrey setelah berhasil dikembalikan dengan rekaman suara memanggil whale di tahun 1985, lima tahun kemudian kembali terlihat di sekitar Bay area ditolong oleh regu penolong terperangkap pada lumpur pantai di dekat San Francisco.
From Sacramento with love buat Delta and Dawn, semoga berjumpa lagi di lain waktu.
# Lihat video news perjalanan pulang Delta dan Dawn di KCRA.com http://www.kcra.com/video/13360329/index.html. Menit ke enam kita bisa dengar suara/sound whale humpback yang terkenal dari Delta atau Dawn dan juga semburan.
# Ikan paus jenis humpback terkenal dengan suara nyanyian mereka yang khas, selain besar dan panjangnya (panjang whale humpback sampai 50 kaki atau lebih dari 15 meter dan berat sampai 40 tons atau lebih dari 36 ribu kilo gram) dan semburan mereka seperti ikan paus lainnya.
Vicky Beeching
Vicky Beeching yang seorang worship leader dan lulusan theology dari Oxford University tampil pada awal konser dengan lagu puji-pujian yang semarak sambil bermain gitar. Para pengamat musik memuji album pertamanya di USA, Yesterday Today and forever sebagai Album perkenalannya di America yang sukses. Aliran music Vicky banyak mendapat tanggapan karena beraliran pop rock dan modern dan dianggap suatu terobosan yang berani darinya yang dikenal luas di Inggris sebagai worship leader sejak belasan tahun di gereja lokalnya dan apalagi ia seorang yang memiliki degree theologia dari suatu universitas Kristen ternama yang sangat tua dan terkenal dengan tradisi kristian tradisional di sana.
Karena latar belakangnya tadi, malam itu Vicky yang telah bermain piano sejak kecil dan mengkomposer lagunya sejak berusia belasan tahun, mengangkat suasana pujian tidak lagi seperti sekedar konser melainkan menjadi suatu kebaktian puji2an dan penyembahan yang penuh semangat.
Seperti kerinduannya buat album terbarunya yang diliris tahun ini, Vicky merindukan pujian penyembahan malam itu menjadi kemulian hanya bagi Tuhan saja. Vicky diakhir acara terlihat begitu senang dan ramah kepada setiap orang dan begitu membangun lewat perkataannya yang banyak kali berdasarkan pemahaman firman Tuhan yang kuat yang dimilkinya.
Rebecca St. James

Setelah penampilan Vicky, Rebecca St James yang cukup familiar di Sacramento ini tampil dengan beberapa lagunya yang juga familiar di Sacramento ini sehingga terdengar diikuti suara penonton memenuhi ruangan turut bernyanyi bersamanya.


Seperti sebelumnya, Rebecca begitu suka bersaksi dan bercerita berbagai hal yang membangun disela-sela setiap lagunya. Ia juga tetap sibuk dgn berbagai kegiatan Compassion yang mensponsori anak-anak diseluruh dunia. Kisahnya bertemu dgn beberap anak kurang mampu yang dibantu oleh Compassion di Afrika begitu menyentuh. Mungkin suatu waktu ia juga dapat datang ke Indonesia ke daerah-daerah pedalaman karena Compassion telah banyak menolong anak-anak di berbagai daerah di Indonesia terutama di bidang pendidikan dan makanan sehat melalu gereja-gereja.


Rebecca menutup penampilannya malam itu dengan doa dan lagu "Blessed Be Your Name" yang liriknya sebagai berikut :
Blessed Be Your Name by Matt Redman - - - Blessed Be Your Name In the land that is plentiful Where Your streams of abundance flow Blessed be Your name Blessed Be Your name When I'm found in the desert place Though I walk through the wilderness Blessed Be Your name Every blessing You pour out I'll turn back to praise When the darkness closes in, Lord Still I will say Blessed be the name of the Lord Blessed be Your name Blessed be the name of the Lord Blessed be Your glorious name Blessed be Your name When the sun's shining down on me When the world's 'all as it should be' Blessed be Your name Blessed be Your name On the road marked with suffering Though there's pain in the offering Blessed be Your name Every blessing You pour out I'll turn back to praise When the darkness closes in, Lord Still I will say Blessed be the name of the Lord Blessed be Your name Blessed be the name of the Lord Blessed be Your glorious name Blessed be the name of the Lord Blessed be Your name Blessed be the name of the Lord Blessed be Your glorious name You give and take away You give and take away My heart will choose to say Lord, blessed be Your name
Delirious?
Dimulai dengan raungan sirine ambulance selama beberapa saat, grup band Delirious? yang beranggotakan Martin Smith (lead vocals dan gitar), Stuard Garrard (yang dikenal dengan sebutan Stu G, gitar dan backing vocals), Jon Thatcher (bass gitar), Tim Jupp (piano/keyboard) dan Stew Smith (drums dan perkusi) tampil di panggung dengan seragam putih-putih seperti seragam perawat dan langsung menghentak dengan lagu pembuka mereka "Here I Am Send Me".
Delirious? rupanya ingin menyampaikan pesan betapa pentingnya hidup kita orang-orang percaya untuk menjadi berkat di tengah-tengah dunia yang semakin gawat darurat sekarang ini. Dunia perlu hujan keselamatan, hujan pemulihan hati, hujan kasih Tuhan seperti lagu kedua mereka malam itu "Rain Down". "Buka hati kita. Dan terbukalah pintu kemurahan surga. Basahilah hati kami!", seru Martin berkali-kali.
Di akhir lagu ini, beberapa anak kecil turut berdiri dan bernyanyi di panggung yang diperkenalkan oleh Martin sebagai Delirious kids yang kemungkinan maksudnya adalah mereka adalah anak-anak dari anggota Delirious yang rata-rata member band ini saling bersaudara dan Martin, Stewart dan Tim masing-masing menikah dengan tiga saudari perempuan Jon. Sehingga Jon jadi seperti kakak atau adik buat mereka karena isteri-isteri mereka. Hanya Stu G yang tidak ada hubungan darah tetapi keluarga dalam Tuhan.

Delirious really rocks the house malam itu. Terlebih buat anak muda dan remaja, lagu-lagu dan musik Delirous memang seperti milik mereka kawula muda. Tetapi Delirious sendiri bukanlah grup band yang anak muda lagi sebenarnya. Mereka rata-rata sudah jadi orang tua alias ayah buat anak-anak mereka (ada yang anaknya sudah berusia remaja) dan Delirious sudah terbentuk sejak awal 90-an walau nama Delirious? mereka pakai belakangan kira-kira akhir 90-an. Dan sejak awal Delirious tidak pernah tinggalkan misi mereka sebagai anak-anak Tuhan dalam bermusik yaitu memperkenalkan Tuhan dan membawa jemaat dalam pujian dan penyembahan dalam hadirat Tuhan. Seperti lagu ketiga mereka "Solid Rock", Martin cs seolah-olah menyerukan kepada dunia bahwa Tuhan Yesuslah ‘The Solid Rock’ (batu karang yang teguh).
Beberapa bagian syair dari lagu Solid Rock ini seperti: "There’s A Rock that doesn’t move, It hasn’t moved, It will never move" dan "On Christ The Solid Rock we will stand" mengajak kita semua berdiri dan bergantung hanya pada Tuhan dan bukan manusia. Martin Smith dengan uniknya menyanyikan bagian ‘On Christ The Solid Rock we will stand’ dan menyerukan beberapa kali dengan memakai toa seperti toa yang biasa dipakai buat pengumuman di keramaian.
Tetapi lagu "Now is The Time" yang kemudian sangat menyentuh kami sehingga kami turut menyanyikannya bersama-sama yang lain dengan suara sekeras-kerasnya. Di bagian reff lagu ini nadanya begitu manis dan kata-katanya begitu indah: "Now is the time for us to shine. Shine with the face of Christ divine. No compromise, for all heaven cries. Now is the time."
Masih banyak lagu yang dibawakan Delirious? malam itu, seperti "Majesty", "Our God Reigns" dan "I Could Sing of Your Love". Untuk ‘I could sing of Your Love forever’ Martin menyanyikannya bersama dengan Rebecca St. James. Hanya lagu yang kami nantikan karena di konser sebelumnya bersama Delirious? begitu terasa mengangkat semangat yaitu "My Glorious" yang mereka tidak bawakan. Tetapi Delirious memang memiliki banyak lagu-lagu hits yang tidak dapat mereka bawakan semuanya dalam satu penampilan.
Satu lagu lagi yang kami ingat mereka bawakan malam itu yaitu "History Maker" dengan latar belakang video klip tokoh-tokoh iman dari berbagai zaman (termasuk foto Mother Teresa yang fotonya paling kita kenal dibanding yang lain). Video klip di belakang panggung tersebut dengan uniknya setelah tokoh-tokoh terkenal kemudian mulai memunculkan foto-foto orang-orang yang tidak kita kenal (kebanyakan anak- muda) yang ternyata maksudnya mewakili kita semua generasi sekarang, sebab inilah masanya kita; masanya kita berkarya dan menjadi history maker. Dan siapapun kita, kita dapat menjadi history maker buat dunia ini.

Perhatikan sebagian syair lagu ini, "Well it’s true today that when people stand with the fire of God and the truth in hand, we’ll see miracles…", "I’m gonna be a history maker in this land. I’m gonna be a speaker of truth to all mankind."