From Sacramento with Love. Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih telah mengunjungi website kami ini. Semoga apa yang kami dapat bagikan melalui website dapat menghibur juga membangun. Visit us back soon. Dan jangan lupa kunjungi juga 360.yahoo.com/gpdisacramento. Tuhan memberkati. Sacramento terletak di central California sebagai ibukota California, 80 miles utara San Francisco.
Tidak mengada-ada memang, menikmati show ini kita akan terkagum-kagum heran.
Tetapi sebenarnya apa ini? dan apa hubungannya dengan gereja?
[Foto di samping hanya contoh salah satu event]
Toby Travis, ‘You Shouldn’t Believe Your Eyes’
Toby Travis dikenal adalah seorang illusionist yang humoris dan multi-talented aktor sekaligus penulis buku dan pembicara pemberi motivasi yang penuh inspirasi di banyak event termasuk di seminar-seminar dan kebaktian-kebaktian gereja (preacher/pengkhotbah). Ia adalah president dari Ministry Arts (pelayanan di bidang seni) for Global Impact yang bekerja sama dengan gereja-gereja lokal di seluruh dunia melayani komuniti-komuniti melalui sarana seni dalam hal ini sulap. [Nah, penasaran kan?]
Sebenarnya artikel ini semestinya kami muat sejak akhir bulan September lalu. Sebab di suatu Sabtu bulan September lalu, setelah mengunjungi Berean bookstore (toko buku rohani) yang hari itu lagi rame (berdesak-desakan malah) dengan hadirnya karakter-karakter atau tokoh-tokoh dari cerita-cerita yang dikenal anak-anak (termasuk Garfield), kami kemudian mengunjungi Arcade Baptist Church yang sedang mengadakan blok party (semacam fair tetapi gratis) di halaman parkir gereja. Party-nya seru apalagi disponsori juga sama radio kristian kontemporer The Fish (bisa dengar online di www.1039thefish.com) sehingga semua permainan dan makanan dan minuman melimpah tanpa dipungut bayaran sedikitpun. Satu permainan yang bikin penasaran yaitu melempar bola baseball ke sasaran agar seseorang yang duduk jatuh kecebur (basah kuyub) ke dalam kolam. Serunya karena orang yang kita mau ceburin itu yang punya radio The Fish.
Kemudian kita juga dapat kesempatan ngobrol dengan senior pastornya gereja Arcade ini (yang masih muda), jadi siapa tahu kita bisa ada hubungan ministry di waktu mendatang.
Nah, hari itu juga ternyata di dalam gereja Arcade ada show illusion (sulap red, walau sebenarnya sedikit beda pengertian dengan sulap-sulap di Indonesia) bersama Toby Travis dan rombongan. Kita dapat dua tiket yang tercetak harganya belasan dollar sekian dengan biaya lagi-lagi gratis dan kami sempat panggil dari jemaat suami-isteri dan anak-anak mereka supaya datang dan bergabung di dalam gereja sebelum show di mulai.
Ilusi dan Kenyataan
Beberapa tahun lalu saya pernah mengetahui ada sebuah pelayanan di Indonesia yang terdiri dari para pesulap. Entah bagaimana reaksi gereja-gereja di Indonesia sebab image sulap (pesulap/illusionist) yang misterius dan menjurus atau kelihatan miring ke hal-hal yang gaib.
Toby Travis show yang oleh lembaga-lembaga Kristen mendapat penghargaan dan pujian sebagai first class entertainment yang menghibur dan memperkenalkan iman Kristiani dengan cara yang unik, menampilkan trik-trik ilusi yang ‘mengherankan’ malam itu. Di awal pertunjukan seorang anak buahnya bersulap-pantomin dengan koper dan batu sehingga seolah-olah koper dan batu itu hidup kadang berat sekali, kadang ringan dan bisa terbang (trik ini pernah muncul di tv dengan seorang pesulap Amerika yang sedang naik daun dengan trik-trik aneh ditambah teknologi televisi).
Toby Travis kemudian tampil dengan beberapa atraksi yang sepertinya juga tidak masuk akal sebelum ia kemudian menjelaskan sedikit ‘tipuan/ilusi (trik)’ para pesulap yang membuat penonton mengira atraksi itu benar terjadi dan menggunakan magic-magic/roh/kuasa-kuasa tertentu. Padahal tidak ada unsur gaib sama sekali kecuali kecepatan tangan atau teknologi tertentu atau tehnik-tehnik yang musti dilatih cukup lama.
Ia kemudian menambahkan membuka rahasia-rahasia sulap dan show ilusi yang begitu populer sekarang ini. Menurutnya, kunci semua magician adalah trik membuat penonton melihat yang sebenarnya tidak ada dan tidak melihat yang sebenarnya ada. Jadi maksudnya kalau kita melihat tiba-tiba ada burung merpati atau sesuatu dan kita heran sebenarnya hanya karena kita tidak melihat itu sebelumnya padahal itu sudah ada. Berbeda dengan mujizat Yesus Kristus, kata ayah dari dua orang putri yang malam itu selain membantu atraksi ayahnya (termasuk hilang dari panggung dan tiba-tiba muncul di belakang keluarga jemaat GPdI Sacramento sehingga mereka kaget tidak kepalang hehehe) juga tampil dengan drama tari diiringi lagu ‘I can only imgine’, mujizat-mujizat Tuhan Yesus are true atau benar-benar terjadi (misalnya: dari tidak ada menjadi ada, sebab IA Tuhan pencipta) bukan trik, sementara para magician tidak real dan setiap detail atraksinya telah dipersiapkan sebelumnya (sudah ada tapi tidak kelihatan).
Di akhir 1800-an kakak beradik Davenport (Davenport brothers) begitu terkenal karena sulap yang mereka namakan sulap roh/spirit yang mereka tampilkan dalam show-show mereka dan tidak banyak pesulap lain yang dapat melakukannya. Kemungkinan sejak saat itulah pandangan terhadap sulap menempel dengan hal-hal yang gaib/mistik.
Malam itu Toby menunjukkan ’spirit’ yang dipakai Davenport brothers dan para pesulap-pesulap lainnya yang ternyata adalah asisten mereka (malam itu adalah putrinya). Dengan mengundang kedepan seorang dari penonton (harus yang berani karena ‘berhubungan’ dengan roh hehehe) untuk ditutup matanya dan diikat dan ditaruh dalam kotak yang nantinya ’si spirit’ akan ‘bermanifestasi’ tetapi tidak pernah kelihatan setiap kali kotak tersebut dibuka kecuali si sukarelawan yang ditutup matanya dan tetap terikat. Toby kemudian mengakui bahwa putri-putrinyalah (dan atau juga para asistennya yang lain) yang menjadi ’si spirit’ malam itu, hanya bagaimana mereka dengan begitu cepatnya keluar masuk kotak (yang sebelumnya telah diperiksa penonton) tanpa kelihatan, itu tetap merupakan rahasia mereka (rahasia profesi/kerja para illusionist). Redaksi hanya bisa menebak (dengan masukan-masukan serta mempelajari trik-trik sulap yang terkenal lainnya seperti yang banyak sekarang di tv) putri Toby menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian gelap seperti latar belakang panggung (dibantu dengan tehnik pencahayaan) dan bergerak di balik/belakang asisten-asisten lainnya yang kelihatan.
Atraksi lainnya yang populer juga dilakukan magician-magician terkenal lainnya seperti atraksi Chinese rings (gelang-gelang besar dari besi) ditampilkan Toby Travis malam itu. Gelang-gelang besi yang besar-besar itu dapat menyatu dan terlepas di tangannya dengan mudah, sementara penonton yang mencoba tidak dapat dan memang dalam kenyataan adalah hal yang tidak dapat terjadi. Tetapi sekali lagi ini ternyata hanya trik saja dan gelang-gelang yang dipakai memang bukan dari besi biasa seperti yang kita kira.
Toby selain beratraksi juga membaca ayat firman Tuhan dan memberikan renungan mengajak penonton (termasuk yang belum mengenal Tuhan) datang kepada Tuhan yang dapat mengerjakan perkara-perkara yang besar (dan nyata) bahkan perkara yang terbesar dalam hidup kita yaitu keselamatan di dalam Yesus Kristus Tuhan, perkara yang tidak dapat dikerjakan siapapun juga selain Dia.
Orang bilang waktu masih pacaran semuanya begitu mesra. Tapi begitu menikah barulah ketahuan sifat-sifat asli pasangannya. Dan hal ini bukan rahasia lagi hehehe. Termasuk mereka yang sedang pacaran sebenarnya juga tahu fakta ini (bahwa cowok/ceweknya belum menunjukkan ‘taring’ aslinya), tapi herannya cinta (kalau sudah cintrong) membikin seseorang semuanya jadi soal si doi (si dia sayang) dan tidak ada yang boleh ganggu; jadi kayak satpam (security) pribadi atau anjing herder gitu hehehe.
Bagaimanana setelah menikah. Konon, usia pernikahan mempengaruhi kemesraan. Benar atau tidak, saudara (yang sudah menikah) sendiri yang tahu. Berikut situasi-situasi dan kemesraan suami-isteri menurut usia pernikahan mereka.
Sebelum Bobo:
6 minggu: Selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.
6 bulan: Tolong matiin lampunya, silau nih.
6 tahun : Kesana-an doong… kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?! (Padahal tempat tidur ukuran king size)
From Sacramento with Love. 360 GPdI Sacramento.
6 minggu: Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?
6 bulan: Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.
6 tahun: JANGAN DIGANTI-GANTI DONG CHANNELNYA AH! GAK BISA LIAT ORANG SENENG DIKIT APA?!
Shalom.
Kami disibukkan perkunjungan ke Los Angeles (2X dalam 2 minggu) dan San Diego baru-baru ini. Puncaknya pada 28 Oktober lalu mengikuti taping/penyutingan acara Helpline TV Morris Cerullo di studio Bob Barker (studio acara kuis The Price is Right) CBS Television City, Hollywood-California.
Banyak kesaksian-kesaksian yang membangun dari acara Helpline TV dan tamu-tamu yang tampil di acara ini. Misalnya saja kesaksian Nicky Cruz anggota gang di New York yang bertobat karena kata-kata ‘Jesus loves you’, dan kesaksian-kesaksian lainnya. Tampil juga beberapa penyanyi rohani Russ Lee (mantan vokalis NewSong band) yang juga bersaksi, Anthony Evans dan lainnya.
Untuk lengkapnya anda dapat mengunjungi kembali blog friendster ini, atau dari website utama kami http://360.yahoo.com/gpdisacramento.
Terimakasih, Tuhan memberkati dan sampai jumpa kembali.
Untuk sekarang selamat menikmati kisah-kisah humor berikut.
Salah Menilai Diri
Suatu hari di ruang pengakuan dosa ada seorang gadis ingin mengaku dosanya.
Gadis : bapa, aku ingin membuat pengakuan dosa
Pastur : dosa apa yang telah kamu buat anakku?
Gadis : aku telah berbuat dosa kesombongan; karena setiap aku melihat wajahku di cermin aku selalu merasa sebagai gadis yang tercantik di dunia.
Pastur : tenang anakku, itu bukan dosa, itu hanyalah kesalahan menilai diri ![]()
The End Is Near
Seorang pendeta dan pastor sedang berdiri ditepi sebuah jalan raya sambil memegang sebuah papan bertuliskan “Akhir perjalanan anda sudah dekat, kembalilah kejalan anda sebelum terlambat!” Mereka memperlihatkan papan itu kepada setiap pengendara mobil yang melintasi jalan tersebut. Semenit kemudian lewatlah sebuah mobil Subaru Impreza yang melintasi mereka dengan kecepatan tinggi dan pengemudinya berteriak: “Minggirlah kalian, orang-orang alim gila! Ha ha ha hah”. Tak lama kemudian terdengarlah bunyi rem mendadak, bunyi ban berdecit panjang dan bunyi ceburan yang deras. Pendeta lalu berkata pada pastor rekannya: “Apakah menurut anda sebaiknya kita menambahkan kata-kata “Jembatan Putus” pada papan ini
?"
Ujang
Ujang dari kampung hendak melamar kerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta. Padahal bahasa Inggrisnya asli pas-pas-an menuju babak belur. Tapi dasar nekat, si Ujang melamar juga. Ia disodori formulir berbahasa Inggris.
“Euleuh…..euleuh… bahasa Inggris, euy!”
Ujang langsung ngisi formulir…..
Name : Ujang Kasep Pisan
Address : Jl. Ajimaung No. 70
Phone : 34598756
Age : 28
Sex :
Sejenak si Ujang berpikir mengeryitkan dahinya, ‘Walahh….kata Pak Pendeta juga tidak boleh ini mah….pamali! Kumaha ini yaahh jawabnya?”
Akhirnya Ujang yang polos itu mengisi dengan sejujur-jujurnya…..
Sex : Never!
Liku-Liku
Seorang pendeta sedang berkotbah, “Saudara/i, jalan ke surga itu tidak mulus, berliku-liku, sempit dan berbatu-batu tajam”.
Setelah pendeta tersebut selesai memimpin ibadah, datang seorang pemuda bertanya kepada pendeta tadi. “Om, saya heran mengapa sejak saya kecil guru sekolah minggu saya bercerita tentang jalan ke surga sama seperti yang om kotbahkan tadi. Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa kita tidak mengumpulkan dana saja dan gotong royong memuluskan jalan ke surga?” ![]()