Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009
Belajar bahasa Inggris dengan berbagai kata-kata bijak yang dapat memberikan motivasi bagi kita. Here we go…

1. Anger is a condition in which the tongue works faster than the mind.

- Kemarahan adalah suatu kondisi dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran.

2. You can’t change the past, but you can ruin the present by worrying over the future.

- Anda tidak dapat mengubah masa lampau, tapi anda dapat merusakkan masa kini dengan merisaukan masa depan .

3. God always gives His best to those who leave the choice with Him.

- Allah selalu memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan pilihan itu kepadaNya.

4. All people smile in the same language.

- Semua orang tersenyum didalam bahasa yang sama.

5. A hug is a great gift ..One size fits all. It can be given for any occasion and it’s easy to exchange.

-Pelukan itu adalah pemberian yang besar. Satu ukuran saja tapi cocok untuk semua . Itu dapat diberikan pada setiap masa dan mudah untuk
dipertukarkan.

6. Everyone needs to be loved…especially when they do not deserve it.

- Setiap orang perlu untuk dikasihi…teristimewa sekali apabila mereka tidak layak untuk menerimanya.

7. The real measure of a man’s wealth is what he has invested in eternity.

- Ukuran yang sesungguhnya dari kekayaan seseorang adalah kalau dia sudah mengadakan investasi bagi masa kekekalan.

8. Laughter is God’s sunshine.

- Tertawa itu adalah merupakan sinar suryanya Tuhan.

9. Everyone has beauty but not everyone sees it.

- Setiap orang mempunyai keindahan tapi tidak setiap orang melihatnya.

10. It’s important for parents to live the same things they teach.

- Adalah penting bagi orang tua untuk menghidupkan hal-hal yang sama dengan apa yang mereka ajarkan.

11. Thank God for what you have, TRUST GOD for what you need.

- Berterima kasihlah kepada Allah untuk apa yang anda dapat .
PERCAYALAH KEPADA Allah untuk apa yang anda perlukan.

12. If you fill your heart with regrets of yesterday and the worries of tomorrow, you have no today to be thankful for.

- Kalau anda memenuhi hati anda dengan penyesalan hari kemarin dan
kekuatiran hari esok, maka anda tidak mempunyai hari ini untuk disyukuri.

13. Happy memories never wear out….re-live them as often as you want.

- Kenangan bahagia tidak pernah lapuk..hidupkanlah itu kembali sesering yang anda kehendaki.

14. Home is the place where we grumble the most, but are often treated the best.

- Rumah itu adalah tempat dimana kita paling banyak mengomel, tapi
seringkali
diperlakukan secara paling baik.

15. The choice you make today will usually affect tomorrow.

- Pilihan yang anda buat hari ini biasanya mempengaruhi hari esok anda.

16. Take time to laugh, for it is the music of the soul.

- Ambillah kesempatan untuk tertawa, karena itu adalah musik dari jiwa.

17. If anyone speaks badly of you, live so none will believe it.

- Kalau seseorang membicarakan keburukan anda, hiduplah lebih baik sehingga tidak ada seorang pun mempercayainya.

18. Patience is the ability to idle your motor when you feel like stripping your gears.

- Kesabaran adalah kesanggupan untuk menetralkan versneling mobil anda pada saat anda merasa ingin untuk merombak versneling itu.

19. Love is strengthened by working through conflicts together.

- Cinta itu diteguhkan dengan jalan melalui komflik yang dihadapi bersama.

20. The best thing parents can do for their children is to love each other.

- Hal yang terbaik yang dapat dilakukan orang tua (ayah dan ibu) bagi anak-anak mereka adalah saling mengasihi satu sama lain .

21. Harsh words break no bones but they do break hearts.

- Kata-kata yang kasar tidak dapat meremukkan tulang tapi itu dapat
meremukkan
hati.

22. To get out of a difficulty, one usually must go through it.

- Untuk keluar dari kesulitan, seseorang biasanya harus berjalan
menembusnya.

23. We take for granted the things that we should be giving thanks for.

- Kita selalu menganggap biasa saja hal-hal yang seharusnya kita
bersyukur
untuk itu.

24. Love is the only thing that can be divided without being diminished..

- Cinta Kasih adalah satu-satunya hal yang dapat kita bagikan tanpa
menjadikannya berkurang.

25. Happiness is enhanced by others but does not depend upon others.

- Kebahagiaan itu ditingkat oleh orang-orang lain tapi tidak bergantung pada orang-orang lain.

26. You are richer today if you have laughed, given or forgiven.

- Anda menjadi lebih kaya hari ini kalau anda sudah tertawa, sudah
memberikan sesuatu ataupun mengampuni
seseorang.

27. For every minute you are angry with someone, you ose 60 seconds of happiness that you can never get back.

- Untuk setiap menit yang anda marah kepada seseorang, anda kehilangan 60 detik kebahagiaan yang anda tidak dapat peroleh kembali.

28. Do what you can, for who you can, with what you have, and where you are.

- Perbuatlah apa yang anda dapat, kepada siapa pun yang anda boleh lakukan, dengan apa yang ada pada anda ,dan dimanapun anda berada.

Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009
Masihkah Orang Amerika Percaya Pada Tuhan?
Masihkah Orang Amerika Percaya Pada Tuhan? magnify

Bapak-bapak pendiri Amerika diketahui luas begitu kuat dasar kepercayaan mereka kepada Tuhan. Mereka kebanyakan dari tokoh-tokoh Kristen dan Yahudi yang bahkan mendedikasikan pendirian Amerika kepada Tuhan. Buktinya; sampai sekarang ini, sekalipun semakin banyak yang menentang, pada mata uang dollar Amerika terdapat tulisan “In God We Trust” atau “Kepada Tuhan kami percaya (berserah)”.

Tetapi kemerosotan Amerika terus terjadi. Menurut survey yang dilakukan merata di masyarakat Amerika (tanpa melihat latar agama dan budaya), orang Amerika yang percaya adanya Tuhan (Causa Prima) terus menurun dan saat ini berkisar pada 88% dengan sisa lainnya hanya percaya ‘kuasa’ yang universal atau ‘kuasa’ yang lebih tinggi dari peradaban manusia dan 5% mengatakan tidak percaya adanya Tuhan maupun apapun yang spiritual.

Di kalangan remaja dan pelajar (survey di titik beratkan di antara pelajar universitas), jumlah remaja yang aktif di kegiatan keagamaan (termasuk mengikuti ibadah keagamaan) menurun sampai sekitar 40% dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Masyarakat Amerika sepertinya lebih mementingkan materialism dan hal-hal yang cocok dengan akal manusia dan yang kelihatan saja sehingga di kalangan kaum yang memiliki gelar kesarjanaan jumlah mereka yang percaya adanya Tuhan (Causa Prima) drop sampai tinggal sekitar 70% dan sisanya tinggal percaya akan universal/higher spirit daripada Tuhan sebagai Causa Prima (Sumber dari segala sesuatu).

Mengenai masa kita sekarang dan masa-masa yang berikut dimana keadaan manusia akan lebih memprihatinkan, Alkitab berkata dalam 2 Timotius 3:1-4: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.”

Dalam keadaan dunia pada umumnya yang semakin menjauh dari Tuhan untuk perkara-perkara yang lahiriah, marilah kita sebagai orang percaya menjadikan ini semua peringatan untuk kita lebih lagi menuruti Tuhan dan percaya kepada Tuhan dengan kesungguhan hati. Sebab pada 2 Timotius 3 ayat ke-lima kemudian memberi teguran bukan lagi kepada orang dunia yang tidak percaya kepada Tuhan tetapi kepada kita orang-orang percaya supaya kita jangan secara lahiriah menjalankan ibadah, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya, yang berarti tidak hanya kita percaya Tuhan yang menjadikan semuanya dan sumber segala sesuatu yang ada, tetapi sebagai orang percaya yang beribadah kita juga harus percaya akan kuasa ibadah dalam hidup dan kehidupan kita hari ini, setiap hari dan bahkan mengandung janji untuk hidup yang akan datang (1 Timotius 4:8).

From Sacramento with Love.

Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009

Sifat-sifat Tuhan

Khotbah Minggu 5 Oktober 2008

Selamat pagi. Salam dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Untuk beberapa waktu terakhir dan lebih dari beberapa bulan kita telah belajar seri akhir zaman yang saya selingi juga tokoh-tokoh Alkitab –tokoh iman- kelebihan kekurangan mereka yang kalau kita tahu dapat menolong kita hidup takut Tuhan di masa-masa sulit ini. Dari kotbah hal akhir zaman, saya rasa 2 atau tidak lebih 3 kali lagi, tetapi sebelum krisis ekonomi separah sekarang ini, kita sudah lebih dulu belajar dan Alkitab sudah ungkapkan : krisis ekonomi sebagai keadaan paling gelap buat bumi ini seperti kitab Wahyu lambangkan dengan kegelapan (kuda hitam).

Nah mengenai antikris kita sudah sampai antikris dinyatakan dan menguasai ekonomi. Tapi hari ini saya mau tunjukkan tokoh terbesar yang musti menjadi panutan kita. Beberapa minggu lalu sudah kita lihat Yesus Dia Alfa Omega (awal dan akhir/kekal), hari ini sekali lagi; karena daripada hanya nabi/rasul/tokoh yang luar biasa tapi punya kekurangan manusia biasa, apalagi hanya belajar mengenai masa-masa antikris berkuasa yang kita tahu Tuhan akan singkirkan kita dari aniaya besar itu, akan sangat dahsyat kalau kita kenal dan semakin lebih mengenal dan lebih cinta Tuhan Yesus, Dia Tokoh yang lebih dari tokoh manapun; Dia yang dunia ini perlukan di saat krisis lebih dari apapun yang ada di dunia ini. Puji Tuhan.

Kita membuka ayat pokok kita, kita akan melihat sifat-sifat Tuhan yang perlu menjadi teladan kita. Mazmur 86:5, Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

Kemarin saya mendengar satu pernyataan seorang hamba Tuhan bahwa untuk menjadi orang Kristen kita harus think twice atau pikir dua kali. Kemudian saya mengerti maksudnya yaitu to be a good Christian atau jadi Kristen yang benar/baik itu tidak gampang; pikir dua kali katanya. Lalu ia melihat ke kelompok anak muda, ia lanjutkan, to be a good Christian bukan hanya rame-rame sekalipun itu di gereja atau acara gereja; jadi Kristen itu sulit kalau kalian pikir hanya seperti itu.. anak muda kalau konser wah semangat, belum tentu sudah bertobat, belum tentu tahu Alkitab. Ia juga bilang, kumpul dengan teman-teman yang Kristen tidak menjadikan kita orang Kristen yang baik. Kristen yang baik itu dituntut sikap yang baik. Ke gereja salah satunya dan bukan hanya berhenti di kongkow, konser, dan begitu saja. Menjadi Kristen yang baik dituntut juga sifat-sifat yang baik. Mengikut Yesus berarti meneladani sifat Yesus. Yesus baik, kita juga harus baik. Yesus mengampuni, kita juga mengampuni. Seperti Yesus itu Kristen yang benar. Makanya dia bilang think twice.

Tapi ini saya beritahu saudara; untuk menjadi anak Tuhan, asal engkau percaya kepadaNya. Untuk menerima keselamatan, dengan imanmu engkau menerima penebusan dari Tuhan. Bukan dengan berpikir, dengan percaya, engkau jadi milik Tuhan Yesus kristus juru selamat kita. Ada haleluya saudara? Percaya yang memungkinkan semua, iman yang membuat kita mampu. Haleluya.

Mazmur 86:5 katakan sifat-sifat Tuhan itu; sebab Engkau ya Tuhan, baik dan suka mengampuni.

Mari kita melihat beberapa point berikut. Sifat Tuhan itu baik, berarti kita harus belajar dari Yesus dan meneladani sifatNya. [Berikut berupa ringkasan dari 3 point dari sifat yang dimiliki Yesus.]

1. Matius 5:39, Tetapi Aku berkata kepadamu : Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.

Yang pertama, yang kita pelajari sifat Tuhan yang pertama tidak melawan orang yang berbuat jahat. Tetapi ayat itu sendiri belum selesai.. ada tanda koma, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Ini ayat yang kaum pria tidak suka. Satu pipi saja sudah tidak tahan, harus lagi kasih pipi satunya. Mana bisa begitu pak pendeta, dia beri saya kasih.. dia terima juga pak pendeta.. itu baru betul –terima… kasih.., thank you your welcome, dia terima kasih - saya beri kembali.

Nah, itu sama seperti torat, seperti ayat 38, mata ganti mata, gigi ganti gigi. Manusia sifatnya begitu. Kita memang sulit mengerti sifat Tuhan, termasuk soal ditampar pipi kanan kasih pipi kiri, tetapi kita dapat mengerti dari sifat Tuhan ayat 39 ini; Yesus tidak melawan orang yang berbuat jahat.

Terjemahan lain Matius 5:39 ini kalau saya pakai bahasa Inggris sehari-hari kira-kira begini, Yesus berkata: Don’t fight with man (atau orang lain) who wants to fight. Jangan mencari masalah dengan orang yang memang mau bikin masalah.

Kita sudah tahu orang itu mau cari masalah mau supaya ada keributan. Yesus katakan, jangan cari masalah dengan dia; menghindar. Kan sudah tahu akan jadi ribut. Itu orang memang tunggu kita supaya kita terpancing, itu seperti ditampar pipi kanan tadi, itu orang mau ribut sama kita. Atau itu orang memang sifatnya suka berkelahi, don’t fight with who wants to fight, kita jauhi, kita seperti kalah (mengalah) saja seperti kasih pipi kiri kita, kita mungkin tersinggung yang pertama, kita mungkin pinginnya balas, tapi kalau kita menghindar kita terhindar dari melawan orang yang berbuat jahat kepada kita.

2. Sifat Yesus yang kedua, “Tidak membalas kejahatan”. 1 Petrus 3:9, Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Pertama tadi menghindar. Kedua, Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Banyak masalah kita dengan orang karena kita terpancing. Tetapi seperti Yesus, banyak orang juga tanpa alasan sekalipun berbuat jahat kepada kita. Ingat ini, Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Hari ini kita akan menerima tubuh dan darah Yesus. Ini buktinya, Yesus tidak membalas kejahatan. Ia dicaci maki, Ia dipukul, dagingNya hancur. Setiap kali dicambuk, dagingNya tertarik pecah ikut ujung mata cambuk yang seperti mata kail. Yesus tidak membalas caci maki dengan caci maki. Bahkan darahNya tumpah, Yesus tidak membalas. Semua karena cintaNya pada kita semua, Yesus tidak balas malah Ia memberkati mereka yang berbuat jahat kepadaNya.

Sama seperti kita, berapa kali kita berbuat jahat kepada Tuhan, berapa kali kita menyakiti hati Tuhan. Saudara tidak perlu jawab, sebab lebih banyak lagi yang kita tidak sadar. Istri saya tanya kenapa saya kesal, kenapa.., istri saya tidak sadar sudah menyakiti, oh, tersinggung ya.., saya bilang iya, saya masih daging - saya punya perasaan, bisa kecewa. Banyak kali kita tidak sadar sudah menyakiti Tuhan. Tetapi Tuhan tetap mengasihi kita.

Ayat 9, tidak balas jahat dengan jahat, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Ayat-ayat seterusnya (10-12) kemudian katakan, berkat jauh dari orang yang suka kejahatan (membalas kejahatan).

Jahat kita balas dengan memberkati, ini seperti berkat start (modal awal). Alkitab katakan, setelah kita memberkati orang yang berbuat jahat, untuk itulah kita dipanggil yaitu untuk memperoleh berkat. Berkat kedua ini beda dengan berkat pertama. Orang yang berjiwa bisnis mengerti ini. Misalnya 10 ribu dollar, dipake makan dan keperluan di Amerika paling beberapa bulan tidak sampe satu tahun habis. Tapi kalau dipake buat modal, bisa jadi berkat yang kedua, berkat yang lengkap.

Tuhan panggil kita untuk memperoleh berkat. Tetapi yang kita punya (modal awal), harus kita lepas dulu untuk memberkati. Modal awal kita memberkati orang yang berbuat jahat kepada kita. Saudara bisa katakan haleluya. Berkat Tuhan mencari dan membawa damai.

Beri diri kita untuk damai dengan Tuhan dan sesama. Mari kita lihat 2 Korintus 5:9-10, ayat 8 kita sudah baca kemarin di ibadah penghiburan.

2 Korintus 5:9-10, Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Jahat itu tidak berkenan kepada Tuhan. Membalas kejahatan juga menjadi sama seperti orang yang berbuat jahat pada kita. Satu waktu semua orang akan menghadap tahta pengadilan Kristus. Apa yang kita buat, Tuhan akan adili, baik ataupun jahat. Baik diam dalam tubuh ini –yang kelihatan; sikap, perbuatan, perkataan-, maupun yang tidak kelihatan –hati kita yang sebenarnya-. Baiklah kita berkenan kepada Tuhan.

Tahta pengadilan Kristus kita tidak dapat lihat hari ini. Tetapi setiap waktu, antara kita dan sesama di tengah-tengah ada tahta pengadilan Kristus, sekalipun kita tidak sadar kita tidak tahu. Antara kita dan Tuhan, ada tahta pengadilanNya yang adil. Mari saudara, beri diri untuk damai dengan Tuhan dan damai dengan sesama.

2 Korintus 5:20-21, Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

3. Mazmur 86:5 tadi, Tuhan suka mengampuni.

Sekalipun kita jahat, Tuhan mau mengampuni kita. Dari atas kayu salib, terhadap orang-orang yang menyiksa Dia, Yesus berkata, “Ya, Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.

Pengampunan itu buat engkau dan saya. Tuhan mengampuni. Kitapun harus mengampuni.

Mazmur 103:10-12, Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

From Sacramento with Love, Tuhan memberkati.

Wednesday October 8, 2008
Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009
“Menjadi Pegawai Raja”, Ringkasan Khotbah Minggu 10 Agustus 2008

Daniel 1:3-4, Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

Pada ayat pertama dikatakan bahwa pada tahun ketiga pemerintahan Yoyakim raja Yehuda, Nebukadnezar raja babel dan pasukannya datang mengepung Yerusalem. Pada waktu itu Israel telah terbagi dua kerajaan: Israel dan Yehuda; nah Yoyakim inidan Kerajaan Yehuda diserahkan Tuhan pada kekuasaan Nebukadnezar.

Sebagai jajahan, semua yang terbaik dari Yehuda diambil, dibawa ke Babel. Tetapi rupanya bukan hanya barang-barang berharga yang diangkut. Sebagai bangsa yang berperang, karena masa itu, Babel memerangi Yehuda memerangi Israel, mereka terus berperang, sehingga Babel kekurangan orang-orang muda yang cakap yang berpotensi. Nebukadnezar ternyata orang pintar, dia suruh bawa beberapa orang Israel yang hebat-hebat. Pilih yang cakap yang berpotensi. Ayat 4 katakan, orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja.

Hari ini kita akan lihat, bagaimana menjadi pegawai raja. Kalau dalam ilmu bayangan, Nebukadnezar ini bayangan Tuhan; Tuhan mencari siapa yang dapat Dia angkat untuk menjadi pegawaiNya.

Waktu di Indonesia, saya lihat -baik sodara-sodara, banyak orang-orang yang mau jadi pegawai negeri. Mama saya itu pegawai negeri, pensiunan guru. Pangkatnya tinggi, saya nggak tahu istilahnya tapi setingkat kepala sekolah SMP/SMA, jadi bukan rendahan saudara. Tapi jadi pegawai negeri kan tidak langsung dapat pangkat tinggi, mulai dari bawah dulu. Ada yang harus masuk ke desa-desa dulu, gaji pangkat naiknya pelan-pelan.. tapi banyak yang mau.. gimana cara, pokoknya jadi pegawai negeri. Kalau sudah jadi.. aman, ada pensiun dan kerja sama pemerintah, bangga.

Itu baru pegawai negeri. Lebih lagi, sekarang Tuhan yang mau mengangkat kita jadi pegawaiNya. Saudara mau jadi pegawainya Tuhan?

Kita lihat ayat 6, Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Atau yang kita tahu Daniel dan sahabat-sahabatnya, Sadrakh, Mesakh, Abednego.

Bagaimana menjadi pegawainya Tuhan. Ada beberapa syarat yang mereka miliki.

Yang pertama, ayat 3: “Mereka berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan”.

Mari kita lihat Yohanes pasal yang pertama.

Kita tahu Abraham dan Daud. Abraham Tuhan pilih untuk jadi bapa semua orang yang percaya. Daud, bukan keturunan raja, tetapi Daud jadi raja Israel yang paling besar dalam sejarah Israel.

Yohanes 1:12, Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Sama seperti Abraham dan Daud, dua tokoh ini dari orang biasa, tetapi Tuhan pilih jadi tokoh yang Tuhan pakai luar biasa, begitu juga kita. Kita dipilih bukan karena dari mana kita, siapa kita, tetapi karena kita sudah menjadi anak-anak Alah.

Waktu kita percaya dalam nama Yesus, kita menerima Dia, kita diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Yohanes 1:13, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Kalau saudara Tanya bisa jadi anaknya Allah? Bisa. Karena bukan secara jasmani. Bukan karena kita yang mau, tapi Tuhan yang mau… asal engakau percaya. Haleluya saudara?

Kita buka Ibrani 11. Alkitab menujukkan dengan gamblang kenapa Abraham dipilih Tuhan. Ibrani 11:8, Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Kita bandingkan dengan Kejadian 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Ayat 4, Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya.. Kemana?

Tuhan tidak bilang, ke Sacramento.. di sana ada pendeta Senduk.. ini alamat.. ini telponnya. Abraham berangkat tanpa mengetahui kemana Tuhan suruh dia. Bukan main taatnya Abraham.

Waktu Tuhan suruh, kemana Tuhan?

Pergi saja ke negeri yang ‘akan’ Kutunjukkan kepadamu.

Berarti Tuhan nggak bilang ke mana. Ini saudara, Tuhan mau Abraham taat saja. Kalau kita anak-anak Tuhan, Tuhan mau kita taat.. katakana amin. Waktu Abraham mulai jalan nggak tahu kemana, Tuhan belum kasih tahu tapi dia taat. Besok mau jalan lagi.. Tuhan belum kasih tahu.. tapi dia taat. Sekian waktu lewat.. Tuhan belum kasih tahu, tetapi haleluya Tuhan pelihara dan Abraham taat saja. Sekali lagi, kita percaya sama Tuhan, taat sama Tuhan.. berarti kita jadi anak Raja di atas segala raja.

Wahyu 17:14, Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

Kalau Yesus Raja, kita adalah anak-anak Raja. Kalau Yesus menang, kita bersama dengan Dia akan menang. Di kayu salib lambungNya ditikam, gereja lahir di sana. Bukan anak murahan kita, saudara, Yesus mati supaya kita hidup. Ini mahal sekali, saya percaya Tuhan pasti memperhatikan kita luar biasa lebih dari seorang ibu memperhatikan anaknya.

Mari kita bangga untuk menjadi pegawainya Tuhan. Syarat pertama kita punya, kita adalah keturunan Raja, kita punya darah Yesus. Mari kita beri tepuk tangan bagi Tuhan.

Kita kembali ke Daniel pasal 1.

Syarat kedua, ayat 4. Ada beberapa syarat.. saya satukan saja sebagai syarat kedua. Daniel 1:4, Yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja

Syarat kedua: “Mereka memiliki setiap potensi atau kecakapan yang membuat mereka berhasil”.

Yang pertama percaya, menerima, taat dalam Tuhan.. otomatis menjadi anak-anak Raja. Yang kedua ini perlu latihan. Tuhan yang kasih, tapi kita musti latih diri kita luar dalam.

Saya beri contoh, beberapa tokoh.

Ishak. Kejadian 26:1, Maka timbullah kelaparan di negeri itu.. Kalau negeri kita kelaparan, kita juga pasti sulit. Tapi Ishak punya yang orang dunia tidak. Ayat 12 dan 13, saya rangkum begini; Maka menaburlah Ishak di tanah itu –tanah yang kering yang orang akan bilang sia-sia.. ndak mungkin- dan dalam tahun itu juga –berarti masih di tahun yang sudah di cap kelaparan, paceklik-ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Orang dunia banyak yang kaya, tetapi belum tentu itu berkat dari Tuhan. Ini yang orang dunia tidak miliki. Jadi apa rahasianya Ishak? Rahasianya ada di ayat 24, Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau.

Katakan sama-sama: Tuhan menyertai kita!

Contoh kedua, Yusuf.

Kejadian 39:2, Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

Yusuf dikatakan ‘seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya’. Kita bisa seperti Yusuf karena rahasianya adalah Tuhan. Sudah anak Raja, Tuhan sertai lagi.

Masih ada waktu ya? Saya ingin ilustrasikan sebagaimana yang dapat kita bayangkan.

Di Jogja, berbeda dengan propinsi yang lain.. di sana ada keraton Jogjakarta, ada rajanya. Raja Jogja ini, Hamengkubuwono, juga selaku gubernur makanya Jogja itu propinsi daerah istimewa. Di propinsi lain ada pemilihan, di Jogja itu tidak. Raja kasultanan sekaligus gubernur. Nah masih di jogja, beberapa kilo dari kraton, saya pernah ke jogja sejak SMP bersama sekolah, ada juga yang disebut kadipaten. Kalau ini jadi wakil gubernur.

Begini. Dari kecil sudah tahu bakal jadi raja, itu pangeran anom, bakal jadi gubernur. Saya tanya saudara, sama tidak dengan anak-anak biasa? Tidak. Sekalipun sekolah bisa sama dengan anak lain, tapi nggak akan pernah sampai di situ saja.. di keraton biar aja si pangeran main pasir… main gundu (kelereng).. ingus penuh di muka… tidak akan saudara.. itu bukan pangeran. Pangeran itu harus ini tadi.. latihan, latihan, latihan. Belajar sejarah, belajar bagaimana bernegara. Kalau di film, latihan pedang, latihan panah, belajar.. belajar..

Kalau pelajaran buat kita.. kita musti memiliki segala sesuatu yang akan membuat kita berhasil di setiap bidang yang kita hadapi. Kita musti memiliki hikmat dari Tuhan. Kita musti bersama-sama selalu dengan Tuhan, dan menjadi pemenang.

Saya akhiri, ‘bagaimana kita menjadi pegawai Raja’. Kita anak Raja, kita perlu penyertaan Tuhan yang membuat kita berhasil.

Amsal 1:1-7, Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda– baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan–untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Mazmur 1:2-3, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

From Sacramento with Love

Sunday August 17, 2008
Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009

Bayangan Kristus Yang Terdapat Pada Tokoh Nabi Musa

Musa disebut di Alkitab hamba Tuhan yang paling lemah lembut. Sejak lahirnya, kisah Musa memiliki banyak kesamaan dengan Yesus. Kalau Yesus lahir ditaruh di palungan, Musa ditaruh di keranjang. Waktu kelahiran Yesus, bayi-bayi laki-laki Yahudi dikejar untuk dibunuh oleh raja Herodes, waktu Musa lahir sama keadaanya, Firaun sementara mengeluarkan peraturan menyuruh membunuh semua bayi laki-laki orang Ibrani yang baru lahir.

Masih banyak gambaran Yesus Tuhan pada Musa ini. Musa adalah putra angkat putri Firaun yang berarti Musa ini seorang bangsawan di Mesir. Tetapi setelah ia umur 40 tahun, ia lari dari istana dan ia tinggal di padang gurun selama 40 tahun. Sementara Yesus seperti ditulis kitab Filipi pasal kedua, Ia Tuhan yang yang tidak menganggap kesetaraanNya dengan Tuhan sebagai suatu milik yang harus dipertahankan tetapi justru Ia menjadi manusia mengambil rupa seorang hamba danbahkan mati bagi keselamatan kita. Yesus juga setelah dewasa, Ia dibabtis dan Roh Kudus membawa Dia ke padang gurun selama empat puluh hari untuk berdoa dan berpuasa sebelum memulai pelayananNya.

Dalam pelayanan Musa, Musa musti memimpin orang-orang Israel yang keras kepala dan sedikit-sedikit protes. Pelayanan Musa ini untuk membawa orang Israel ke tanah perjanjian. Yesus dalam pelayananNya ditolak oleh orang Israel, bahkan dibunuh. Tetapi kematian Yesus itulah yang menjadi penebusan dosa saya dan saudara. Musa melepaskan orang Israel dari perbudakan Mesir, Yesus melepaskan kita dari hukuman karena dosa kita.

Musa menyebrang laut Kolsom yang terbelah dua dan menjadi kering di tengah-tengah, Yesus masuk sampai ke alam maut, Ia mati di atas kayu salib, dikuburkan, bangkit pada hari ketiga.

Musa menerima hukum Torat dari Tuhan dan loh batu berisi 10 hukum. Yesus adalah Firman itu sendiri yang menggenapi hukum Taurat dan Firman itu ada di loh batu yaitu hati kita.

Musa dikenal sebagai pemimpin dengan tongkat di tangannya. Yesus adalah pemimpin kita yang terbesar, tetapi Yesus juga adalah gembala kita yang agung.

Dari satu tokoh perjanjian lama dan baru sebagian dari kehidupan Musa yang dapat kita pelajari, kita telah menemukan begitu banyak gambaran yang menunjuk kepada Yesus Kristus, Tuhan dan juru selamat kita.

Haleluyah. From Sacramento with love, Tuhan memberkati kita semua.

Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009

Kami turut berduka cita mendengar berita berpulangnya Pdt. D.A. supit, Rektor Sekolah Tinggi Alkitab Bandar Lampung dan Gembala Sidang GPdI Bandar Lampung ke rumah Bapa di Surga beberapa waktu lalu. Kesan yang Om Daance tinggalkan bagi kami lewat kedekatan keluarga Om Daan dan keluarga Senduk adalah kesan yang indah dan menguatkan sebagai hamba Kristus yang selalu dalam pertolongan Tuhan seperti banyak kesaksian yang Om Daan pernah bagikan.

Terima kasih juga buat perhatian Om Daan bagi hamba-hamba Tuhan muda sebagaimana pengalaman kami bersama beberapa teman yang semuanya masih muda-muda baru keluar sekolah Alkitab, kami berjuang di daerah transmigrasi Lampung, Om telah menerima kami dan menjamu kami dengan tulus hati sambil terus bersaksi membagikan pengalaman-pengalaman Om dalam bendang Tuhan yang walau tidak selalu menyenangkan tetapi selalu indah dan manis karena bersama Yesus. Terima kasih bahkan karena Om tidak hanya menerima kami waktu itu tetapi juga melayani kami, padahal saya tidak memperkenalkan diri saya sedari awal sebagai anak dari sahabat yang Om Daan kenal dekat, yang mana memberi kesan buat kami Om Daan menerima kami tulus apa adanya bukan karena siapa kami.

Berikut adalah salah satu tulisan Pdt. D.A. Supit yang telah dimuat di gpdiworld.

Kamu Adalah Garam Dunia

Matius 5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.

Ketika saya membuka American Ensiklopedi, saya mencoba meneliti tentang “garam”. Namun saya kebingungan karena pengertian tentang garam itu begitu banyak, ratusan arti. Garam adalah mineral dasar (base mine). Sudah tentu pula garam merupakan sesuatu yang sangat penting di dunia ini. Saya kemudian mengerti, mengapa Yesus mengatakan gereja Tuhan sebagai “garam dan terang” karena sebenarnya di dunia ini cuma ada dua sumber, yaitu yang badani adalah garam dan yang rohani adalah terang. Marilah kita melihat beberapa kegunaan garam yang tertulis dalam Alkitab.

GARAM SEBAGAI KEBUTUHAN EKONOMI. Garam yang kita kenal sebagai benda yang asing tentu dibutuhkan dalam tubuh manusia. Terutama dalam bidang ekonomi yaitu yang menyangkut makanan. Dalam Ayub 6:6 dikatakan: “Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya?” Betapa garam itu dibutuhkan selain untuk menyedapkan makanan juga berfungsi untuk kesehatan tubuh. Seseorang yang kekurangan garam yodium misalnya, ia akan menderita penyakit gondok. Seorang yang makan tanpa garam tentu tidak akan mempunyai nafsu makan. Manusia yang selalu makan tanpa garam, lama kelamaan pasti akan merasa lemas dan mungkin juga terjadi kelumpuhan pada tubuhnya. Selain itu garampun dapat mencegah terjadinya kebusukan. Semuanya itu bisa kita tinjau dari sisi jasmani.

Dari sisi rohani kita dapat menarik kesimpulan, tanpa orang-orang benar, tanpa orang-orang yang percaya pada Tuhan, dunia inipun akan menjadi semakin busuk. Keberadaan kita sebagai gereja Tuhan haruslah dapat menjadi garam yang menggarami dunia.

GARAM SEBAGAI PUPUK. Lukas 14:34-35 “Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ía diasinkan? Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuang saja”. Seperti kita ketahui, kita makan dari hasil bumi ini. Kalau dunia ini tidak mempunyai garam lagi di dalam tanahnya, dapat kita bayangkan apakah jadinya dengan tanaman-tanaman yang ada di dunia ini ? Garam merupakan mineral yang ada di dalam tanah yang akan menumbuhkan dan menyuburkan tanaman. Dari segi teori ilmu tumbuh-tumbuhan, tak ada satu pun tumbuhan yang dapat tumbuh tanpa mineral garam di dalam tanah. Jelaslah setiap tumbuhan memerlukan garam yang terkandung di dalam tanah.

Dunia secana rohani mengalami kegersangan rohani. Kalau tanah tidak subur berarti tanah itu gersang. Dunia sekarang dari segi rohani bila tanpa memperhatikan masalah keagamaan sebenarnya dunia ini sudah tak ada artinya. Seperti tadi telah digambarkan: Tanpa garam, makanan tak ada rasa, tanaman tidak bertumbuh. Tanpa ada orang yang percaya kepada Tuhan di dunia ini, maka dunia ini tak ada artinya. Kalau dunia hingga saat ini masih berada pada tempatnya hanyalah karena ditopang keberadaan anak-anak Tuhan sebagai tiang-tiang yang menopang dunia ini.

Sebagai contoh, ketika Allah menghukum Sodom dan Gomora yang saat itu berpenduduk 200.000 orang. Dari jumlah tersebut yang diselamatkan cuma tiga orang yaitu: Lot dan kedua anak perempuannya. Sodom dan Gomora belum dibinasakan selagi orang itu masih berada di dalamnya. Setelah ketiga orang tersebut keluar, baru Tuhan menghukum kota Sodom dan Gomora.

Contoh yang lain yaitu ketika Allah menghukum dunia dengan air bah pada zaman Nuh. Dari sekian banyaknya jumlah penduduk dunia saat itu, yang selamat cuma delapan orang. Setelah delapan orang yang percaya pada Tuhan tersebut masuk dalam bahtera, baru Allah menghukum dunia ini. Tanpa orang percaya, dunia ini tak ada artinya sama sekali.

Peranan kita sebagai gereja adalah sebagai garam. Sehingga membuat dunia sampai saat ini dapat bertahan. Suatu saat ketika kita sebagai orang percaya akan tinggalkan dunia ini. Sehingga tak akan ada lagi garam yang menggarami dunia ini. Akitab mencatat: Kalau garam itu menjadi tawar maka akan dipijak-pijak orang. Hal ini berarti: Antikris akan memijak-mijak dunia ini selama tiga setengah tahun lamanya. Yaitu pada waktu gereja Tuhan sebagai garam dunia telah disingkirkan ke padang belantara. Begitu gerejaTuhan telah keluar dan disingkirkan ke padang belantara, saat itulah dunia dipijak-pijak anitikris!

GARAM SEBAGAI KORBAN PERSEMBAHAN. Imamat 2:13 “Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kau bubuhi garam, janganlah kau lalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajian ini, beserta segala persembahanmu haruslah kau persembahkan garam.

Persembahan yang dibawa bangsa Israel sebagai persembahan makan harus dibubuhi garam. Garam berbicara mengenai persembahan yang asli, persembahan yang sungguh-sungguh. Karena bisa saja seseorang memberi korban kepada Tuhan dengan maksud-maksud yang tidak murni. Dalam Matius 27:34. Ketika Yesus berada di Salib Golgota, seseorang memberi Dia minum “Anggur bercampur empedu”. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Anggur bercampur empedu gambaran sesuatu yang manis dicampur yang pahit. Pelayanan yang bercampur baur: di luar mungkin nampak baik-baik tetapi di dalam hati mungkin ada maksud-maksud yang lain. Ini suatu motifasi yang tidak murni. Suatu pelayanan yang tidak asli. Dalam Matius 27:48, saat Yesus masih berada di salib itu, ada pula seseorang yang meriberikan “Anggur asam” lagi-lagi suatu pemberian/pelayanan yang tidak murni. Pelayanan seperti inilah yang merupakan pelayanan yang tidak dimeteraikan dengan garam. Ingat pengabdian kita kepada Tuhan haruslah pengabdian yang tulus. Jangan seperti Simon dari Kirene yang memikul salib Kristus karena terpaksa. Bila kita berbakti, berbaktilah dengan sungguh bukan karena terpaksa. Bila kita ikut menjadi anggota paduan suara atau menjadi guru kebaktian anak-anak/menjadi pelayan Tuhan lakukanlah dengan dasar cinta pada Tuhan. Bukan karena terpaksa! Bila kita mempersembahkan segala sesuatunya dengan hati yang murni dan dengan dasar cinta kepada Tuhan, inilah yang merupakan persembahan yang digarami.

GARAM SEBAGAI KEKUATAN PERJANJIAN. Bilangan 18:19 “Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada Tuhan, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Itulah suatu PERJANJIAN GARAM untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan bagimu serta bagi keturunanmu.”
Garam sebagai kekuatan perjanjian laksana meterai. Melambangkan suatu keputusan/keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Misalnya perpuluhan harus diberikan pada jalur yang tepat. Jangan uang perpuluhan lalu diberikan untuk dana pembangunan gereja, dana sosial dan sebagainya. Harus ada beda yang jelas mana yang untuk perpuluhan dan mana yang untuk korban tatangan. Perpuluhan merupakan perjanjian garam yang tidak boleh ditawar-tawar lagi. Hal ini merupakan perjanjian garam. Perjanjian yang Authentik dan termeterai. Sebab itu jangan disalah gunakan. Ingat jangan sampai garam itu menjadi tawar…
I Tawarikh 13:5 “Tidakkah kamu tahu, bahwa Tuhan Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam ?“
Perjanjian garam ini berjalan terus dari turunan raja Daud sampai kepada Yesus Kristus. Tentu kita ingat ketika seorang buta berseru kepada Yesus: “Ya Yesus Anak Daud, kasihani lah hamba!“ Padahal kejadian itu terjadi sudah kurang lebih seribu tahun setelah Raja Daud meninggal. Inilah perjanjian garam, takhta Daud yang telah ditetapkan. Kita adalah sebagai generasi selanjutnya dari keturunan Daud ini. Perjanjian garam ini adalah milik kita yang tak dapat diubah-ubah.
Betapa hebatnya kedudukan kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan karena kita dapat menggarami dunia ini. Eksistensi kita di tengah masyarakat adalah keturunan raja di atas segala raja. Allah telah menetapksn suatu perjanjian garam laksana mutu garam yang tidak bisa diubah fungsinya.

Monday June 16, 2008
Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009

Video Lagu “How Great Thou Art”/CarrieUnderwood

Lagu How Great Thou Art (atau Kami Memuji KebesaranMu versi Indonesia) ditulis oleh Carl Gustav Boberg di Swedia tahun 1885 dengan kata-kata pertama di bait pertama (English: Oh Lord my God) sama dengan kata-kata paling akhir di bagian refrainnya yang juga merupakan judul asli lagu ini dalam bahasa Swedia, O Store God (Oh Great God).

Lagu yang di jaman modern kita sekarang kembali populer setelah dinyanyikan di ibadah-ibadah KKR seperti Billy Graham crusades, dan ibadah-ibadah umum oikumene (bila lebih dari satu denominasi gereja beribadah bersama), sepertinya akan terus dilanjutkan ke generasi yang lebih muda setelah penyanyi-penyanyi muda seperti Carrie Underwoodpun kembali merilis lagu ini di albumnya.

Rahasia lagu How Great Thou art ini begitu menyentuh banyak generasi sampai saat ini, tidaklah lepas dari simpelnya nada lagu ini dan isi pesan lagu ini sebagai ungkapan memberikan pujian kepada Tuhan, oh how great.. betapa besarnya Engkau Tuhan.

To view this multimedia content, please enable Javascript.

O Lord my God, When I in awesome wonder,
Consider all the worlds Thy Hands have made;
I see the stars, I hear the rolling thunder,
Thy power throughout the universe displayed.

Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!

And when I think of God, His Son not sparing;
Sent Him to die, I scarce can take it in;
That on the Cross, my burden gladly bearing,
He bled and died to take away my sin.

Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!

Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!

When Christ shall come, with shout of acclamation,
And lead me home, what joy shall fill my heart.
Then I shall bow, with humble adoration,
And then proclaim: “My God, how great Thou art!”

Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
How great Thou art, How great Thou art!

[]
Besarnya Penghargaan
Besarnya Penghargaan magnify

Saudara, banyak kali kita merasa dalam hidup kita ada saja yang tidak memuaskan kita. Kita tahu bahwa kita perlu untuk selalu mengucap syukur. Tetapi suatu hal kecil saja dapat dengan mudahnya membuat kita tidak dapat mengucap syukur. Berikut ini adalah suatu kisah ilustrasi seekor anjing yang sangat pintar yang akan membuat kita kagum. Tetapi sekalipun demikian ternyata ada saja yang tidak puas. Biarlah lewat kisah ini setidaknya membuka mata kita untuk dapat bersyukur buat apa yang kita miliki dan nikmati dalam hidup kita setiap hari.

Besarnya Penghargaan

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya.

Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi.

Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu.

Ia mengambil catatan itu dan membacanya, “Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini.”

Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana .

Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan.

Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing.

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan.

Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya.

Anjing tersebut kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat “Papan Informasi Jam Perjalanan”. Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat “Papan informasi jam perjalanan” dan kemudian duduk disalah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya.

Bus lain datang. Sekali lagi bus lainnya datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya.

Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik.

Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut.

Bus berjalan meninggalkan kota , menuju ke pinggiran kota . Si anjing melihat pemandangan sekitar.

Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti.

Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya.

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging.

Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga.

Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu.

Ia mundur dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tersebut.

Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut.

Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu.

Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya.

Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut,

“Apa yang kau lakukan…? Anjing ini adalah anjing yang jenius. Ia bisa masuk televisi untuk kejeniusannya.”

Pria itu menjawab, “Kau katakan anjing ini pintar…?” Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya…!”

Renungan:

Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan kita.

Sesuatu yang bagi kita kurang memuaskan, mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain.

Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita.

Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata, sehingga menganggapnya anjing yang bodoh. Sebaliknya, sang pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian.

Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama.

Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini. Apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima.

Semuanya terpulang pada diri kita sendiri.

Tuhan telah mengkaruniai kita dengan 86.400 detik per hari. Sudah adakah yang kita gunakan untuk mengucap syukur?

Rubrik artikel lepas berisi berbagai artikel yang sayang dilewatkan berasal dari berbagai sumber dan media atau kiriman perorangan yang kami posting di sini untuk jangka waktu yang singkat. Ke halaman muka (top page) klik di sini

One Day At A Time

“Help me believe in what I could be and all that I am. Show me the stairway I have to climb; Lord, for my sake teach me to take one day at a time.”

Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009
Penguasaan Diri, Khotbah Minggu 4 Mei 2008

2 Pet 1:5, Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu (ini yg pertama ini dasar kita: iman) (dan yg kedua) kebajikan (atau kebaikan yg ikhlas) dan kepada kebajikan (yg ketiga) pengetahuan (atau pengetahuan kepada kebenaran – know the truth kebenaran Ilahi),

Ayat 6, dan kepada pengetahuan (nah ini tingkat keempat, baca sama-sama) “PENGUASAAN DIRI” (sampai disitu).

Saya ingin membaca beberapa ayat. Ay 8, Sebab apabila semuanya itu ada padamu (semuanya ini berarti termasuk iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri dan seterusnya itu; kalau kita punya satu, dua, tiga atau semuanya bahkan, dan ini dahsyat) dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Keberhasilan tertinggi manusia/seorang manusia itu bukan pinter dunia bukan professor kaburator tetapi pengenalan akan Yesus Kristus Tuhan, ndak ada lebih pinter lebih berpengetahuan, lebih top selain ini ‘kenal Yesus’ saat kita masih hidup; dan bukan kenal kenal sembarangan - kenal yg dalam.

Karena itu saya percaya kalau yg paling top bisa berhasil, kita juga giat disegala perkara dan bisa berhasil disetiap aspek dalam hidup kita!

Pengenalan akan Kristus ini adalah keberhasilan terbesar manusia; kita lihat buktinya,

Kejadian 5:21, Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. 5:22, Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah…

5:23, Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.

5:24, Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Kenalnya Henokh akan Tuhan tidak main-main, dua kali dikatakan Henokh bergaul dengan Allah! Henokh bukan hanya diterima di perusahan terbesar terkaya di dunia, Tuhan yg bilang sama Henokh ‘kamu Aku hiring!’ (beri tepuk tangan bagi Tuhan). ‘Kerja sama Aku’ – sama Tuhan sendiri.

Henokh bukan hanya kerja di gedung putih sama presiden/pemerintah sekalipun negara paling kuat, paling besar, paling kaya - paling makmur di dunia.. bukan, Henokh kerja langsung sama Raja diatas segala raja! (beri tepuk tangan lagi bagi Tuhan.. haleluya),makanya saya bilang paling top.

Satu lagi contoh,mumpung hari kamis kemarin kita memperingati hari kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, di Indonesia hari libur, di Amerika 1 mei -kamis pertama bulan mei- dikalangan Kristen merupakan National Day of Prayer, tetapi hari kenaikan ASCENSION DAY tahun ini sama-sama national day of prayer. Walau bukan hari libur, kita selalu mengingat kenaikan Yesus; setelah kebangkitan, hari ke-40 itulah hari kenaikan Yesus ke sorga.

Nah satu lagi contoh, kalau Yesus mah tidak perlu diomongin, …(ada lagu) ~Dia terlebih besar, Dia terlebih besar… Yesus mah memang yg terbesar tiada tandingannya euh.. tetapi ada satu lagi yg Tuhan angkat, tidak mengalami kematian, makanya dikatakan berhasil dalam pengenalanmu akan Kristus; keberhasilan terbesar,

2 Raja-raja 2:11 (mengenai Elia terangkat ke surga), Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

Orang yang kedua diangkat ke surga kita semua tahu, nabi Elia. Di sini kendaraan surga sendiri yg turun menjemput. Saudara tahu mobil Jaguar kan? Ini mobil mahal, kalo di Indo banyak yg rela katanya diserempet kalo Jaguar.. becanda tapi bener heboh deh ini mobil.. saudara tahu perusahaan yg punya Jaguar ini, juga mengeluarkan mobil-mobil jenis lain, dan harganya ada yg murah, jadi bisa dibilang sodaranya jaguar hanya murah.. sodara tahu seberapa murahnya, 2 ribu lima ratus dollar. Nah saya piker-pikir begini: apa nggak merusak nama, perusahaan Jaguar, pemiliknya sama atau anggaplah pabrik sama, tapi ada yg harga 2500 dollar, buat apa jaguar mahal-mahal dong iya nggak? Makanya saya nggak bilang jaguar paling top. Bandingkan dengan Elia, ia dijemput kereta berapi dengan kuda berapi dari surga, nggak pake busi nggak, pake bensin, nggak pake kredit, nggak pake dorong, saudara… kereta berapi express langsung dari surga! (beri tepuk tangan bagi Tuhan).

Kalau saudara perhatikan kisah sebelum Elia terangkat tadi, Elisa murid Elia, sedang jalan sama-sama mereka berdua. Elisa minta kepada gurunya supaya ia punya 2 bagian roh dari Elia. Elia tidak kasih, Elia bahkan bilang kamu tidak usah ikut aku – sampai sini saja kamu. Elisa jawab saya tidak mau tinggalkan tuan, demi Allah yg hidup aku mau ikut terus, aku mau dua bagian roh. Saudara lihat betapa getolnya Elisa.. berapa kali begitu.. Elia bilang kamu berhenti saja di sini, jangan ikut aku lagi; Elisa bilang demi Allah yg hidup aku ikut terus… Lihat Elisa, perhatikan betapa mahalnya menurutnya apa yg Elia punya.. kalau kita sekarang… inilah pengenalan yg Elia punya: pengenalan yg kita punya akan Yesus Kristus, demi Allah yg hidup aku mau keberhasilan ini. Bukan hanya mobil baru, kerjaan sukses, hidup yg diberkati dan seterusnya, tetapi bahkan kereta berapi, fasilitas, berkat-berkat dari surga sendiri yg turun buat kita. Ada haleluya saudara?Makanya saya bilang paling top.

Kembali ke 2 Petrus 1. Ayat 11 , Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh (berarti ada hak hampir penuh, cukup penuh, penuh sebagian, berarti bisa juga sedikit penuh. Kita musti yg hak penuh, katakan sama-sama ‘hak penuh!’) untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Ayat 12, Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu,

[rupanya dari jaman dulu memang manusia itu tukang lupa. Jadi pendeta kadang-kadang nggak enak, aduh kok musti bicara itu itu lagi, tetapi Alkitab ternyata bilang dari dulu-dulu orang Kristen juga memang gampang lupa, ingatkan lagi. Kita hari ini sampai yg keempat, padahal sudah berapa lama masih nomor 4 ya… ternyata memang Alkitab sudah bilang namanya manusia suka lupa… nanti kan sampe nomor 5, 6 nomor 7, begitu tanya nomor 3 nomor 4 ingat?... memang Alkitab sudah bilang orang Kristen sekalipun gampang lupa. Nah yg lebih heran lagi, saking kita tukang lupa, hari Minggu dengar khotbah ‘jangan kamu takut’ eh hari senin udah takut.. lupa lagi kalau Tuhan pasti tolong, hari minggu masuk gereja pendeta tolong saya takut ini.. saya takut itu.. tetapi Alkitab memang sudah bilang selalu ingatkan, ingat saja itu inga-inga. Hari Minggu pendeta khotbah ‘jaga itu hati’, eh pertengahan minggu udah lupa.. sudah tidak jaga itu hati.. kesal lah, kecewa lah, marah.. hari minggu sudah ndak bisa senyum lagi… masalahnya padahal ya itu tadi : lupa.. Tetapi syukur – puji Tuhan saudara, ada Firman Tuhan yg selalu senantiasa mengingatkan kita. Ada haleluya saudara? Saya tanya saudara, saudara mau selalu diingatkan? Mau? …berarti saudara mengaku memang suka lupa..]

Lanjut ayat 12, ..sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima.

Kita sekarang ke ayat 6, seri kodrat ilahi, kita sudah sampai yg keempat. .. ‘dan kepada pengetahuan penguasaan diri’.

Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari, agak lucu tetapi saya suka: “dan di samping pengetahuan (atau selain punya pengetahuan), kalian harus juga bisa menguasai diri”. Maksudnya sudah bagus punya pengetahuan, sudah bagus jadi orang Kristen, sudah bagus suka pengetahuan suka belajar, tapi kalau lupa menguasai diri ya berarti lupa pula pengetahuan alias lupa kalo pinter, nah ini bahaya.. harus juga bisa menguasai diri.

Terjemahan lama Alkitab bode, “dan pengetahuanmu itu ditambah dengan kelakuan tertib”. Bagus punya pengetahuan, bagus bertumbuh dalam pengetahuan, tetapi pake itu dengan kelakuan tertib.

Ada yg bilang, yg penting saya tahu mana benar – saya gesek orang mau tersinggung kek bukan urusan, ndak pake cara yg baik nggak perduli, pokoknya ngomong, pokoknya bikin …. ya ndak bisa begitu saudara, belajar menahan diri – pake kelakuan yg tertib; ini yg namanya penguasaan diri.

Alkitab bahasa Inggris SELFCONTROL. Berarti diri kita ini perlu dikontrol. Berpakaian ada batasannya, jangan celana dalam diluar kaya superman. Berbicara perlu di atur, jangan anak ditanya mau liburan ke kebun binatang? Ndak mau! Kenapa? Di rumah kayak kebun binatang.. bosan.

Dalam Amsal dikatakan, “orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota”. Orang yg dapat menahan diri lebih dari orang yg menguasai kota.

4 BAGIAN ORANG YANG DAPAT MENGUASAI DIRI

Mazmur 34:13-15, (mari kita baca sama-sama) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Setidaknya ada empat hal yg menjadi bagian orang yang dapat menguasai diri dalam hidupnya, menurut ayat-ayat ini.

Pertama orang yg menyukai hidup - yg dapat menahan diri; “mereka menikmati umur panjang”. Kalo Metusalah tercatat di Alkitab berusia paling panjang di bumi, 969 tahun, bandingkan dengan bapaknya, Henokh, yg walau alkitab tulis umurnya tiga ratus sekian.. tetapi sebenarnya bahkan lebih panjang lagi daripada Metusalah kerena Henokh juga Elia tidak pernah mati secara manusia.. mereka langsung di angkat ke surga. Tidak mati sampai sekarang.. langsung ada di surga.

Yg kedua, yg menguasai diri, “kehidupan mereka terus menikmati yang baik”. Katakan ‘yg baik’. Sudah panjang umur.. bahagia kenikmatan yg baik bukan yg jahat. Puji Tuhan ini menjadi bagian kita orang percaya dalam Tuhan.

Yg ketiga, yg menjauhi yg jahat - selfcontrol – yg melakukan yg baik kata Alkitab – penguasaan diri, “mereka mencari perdamaian”. Yesus katakan: siapa yg mencari mereka mendapatkan. Di dunia ini damai semakin langka saudara. Dari kecil saya tahu itu lagu.. ‘Ke gunung tinggi kunaik-naik mencari damai.. ke lembah curam kuturun-turun mencari damai.. namun akhirnya damai tiada kudapati juga..’ dari dulu, apalagi sekarang. Tetapi tidak buat mereka yg dalam hidupnya menambahkan selalu penguasaan diri, mereka menemukan kedamaian.

Kalau kita tidak pikir jahat buat orang lain kenapa kita musti takut orang jahat, ada amin saudara? Kalau kita hidup untuk perdamaian, saya yakin saya percaya, kedamaian yg akan menjadi hiasan hidup kita. Malaikat jadi pagar kita dan namanya pagar keamanan, amin. Kita punya bunga-bunga hidup namanya ketenangan, bukan yg buruk menakutkan tetapi ketenangan, amin saudara? Makanya penguasaan diri.

Nah yg keempat, ‘berusahalah mendapatkannya!’ Ada jaminan di sini, kita bisa! Kita dapat!

Saya akan akhiri. Kita sementara memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Dan kita juga akan menerima tubuh dan darah Yesus hari ini.

Injil Yohanes 16:5, tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku (Yesus berbicara mengenai Ia terangkat ke surga), dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu - Roh Kudus - tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Berdoa biar lebih jauh mengenai Roh Kudus dapat kita bicarakan di waktu mendatang. Sekarang kita perhatikan Yesus katakan bahwa lebih berguna Aku pergi karena Roh Kudus akan datang kepada kita.

Ayat 13, Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Ada jaminan di sini. Kita bisa, kita dapat! Karena Roh Kudus yg akan memimpin kita.

Jangan menjadi lemah saudara, ada jaminan; Tuhan mengirimkan Roh Kudus kepada kita. Kepada pribadi lepas pribadi. Kepadaku, kepadamu. Sehingga kita mendapatkan jaminan, kita bisa! Kita dapat! Amin.

Monday May 5, 2008
Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009

Pernah dengar tipe-tipe kepribadian manusia berdasarkan temperamennya seperti Sanguin, Melankolik, Kolerik? Atau tipe ekstrovert dan introvert? Berikut ini artikelnya dari buku karangan Yopie Buyung yang di bagian ini khusus menerangkan macam-macam kepribadian manusia.

Rubrik artikel lepas berisi berbagai artikel yang sayang dilewatkan berasal dari berbagai sumber dan media atau kiriman perorangan yang kami posting di sini untuk jangka waktu yang singkat. Selamat menikmati. Ke halaman muka (top page) klik di sini

Hubungan antar manusia sering kali mengalami gangguan oleh karena perbedaan kepribadian. Komunikasi yang efektif terjadi bila salah satu pihak dari mereka yang terlibat dalam proses komunikasi itu dapat memahami kepribadian masing-masing. Di dalam konteks pelayanan kita, tanpa adanya pemahaman akan kepribadian orang yang kita layani, pelayanan itu akan berjalan pincang dan tidak efektif.

Tulisan ini tidak bermaksud membawa pembaca kepada suatu sikap menilai dan menghakimi orang lain, melainkan memberikan suatu pemahaman tentang keadaan orang lain yang kiranya bermanfaat dalam berkomunikasi dan di dalam membimbing orang lain. Tulisan ini juga tidak bermaksud untuk mendorong kita pada usaha untuk mengubah orang lain, tetapi bagaimana memahaminya.

Pengertian

Kepribadian atau “personality” merupakan sifat dan tingkah laku yang membedakannya dengan orang lain. Kepribadian seseorang dibentuk dan terbentuk oleh faktor internal dan eksternal. G.W All port (1897) yang menyelesaikan Ph.D-nya di bidang Psikologi pada tahun 1922 di Harvard University, mengemukakan bahwa, “personality is the dynamic organization within the individual those psychological system that determine his unique adjustment to his environtment. ” (Kepribadian adalah organisasi dinamis yang ada pada seseorang di dalam suatu sistem kejiwaan yang menentukan keunikan penyesuaian dengan lingkungannya) .

Dari pemahaman tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian itu adalah suatu organisasi yang tersusun dari banyak unsur yang saling ketergantungan. Ketergantungan ini mempunyai sistem pengaturan dalam hubungan fungsional. Sistem pengaturan inilah membuat kepribadian itu menjadi kesatupaduan pola-pola pengaturan tingkah laku.

Kemudian dikatakan bahwa kepribadian itu bersifat dinamis. Berarti, kepribadian itu adalah sesuatu yang berubah dan berkembang membentuk suatu sikap dan tindakan tertentu. Perubahan ini sesuai dengan waktu dan pengalaman yang dilaluinya. Dari sini kita bisa memahami mengapa seseorang bisa berubah, misalnya dari seorang yang tadinya berpendirian teguh menjadi seorang yang plin-plan. Bisa saja hal ini terjadi jika pada saat ia berpendirian teguh, maka pengalaman pahitnya yang diterimanya. Dan itu terjadi berulang-ulang. Atau, bisa sebaliknya, orang yang tadinya plin-plan menjadi seorang yang teguh pendiriannya. Karena ia belajar bahwa kalau bersikap plin-plan maka kesulitanlah yang dialaminya. Lalu ia pun mengubah sikapnya.

Dari definisi Allport tentang kepribadian, ia menyebut sistem kejiwaan. Jadi, aspek jasmani dan rohani saling bertautan dalam satu sistem. Selain itu, kepribadian itu terikat dengan lingkungan. Setiap individu mempunyai kekhasannya di dalam berinteraksi dengan lingkungan. Dengan demikian, kepribadian itu bila didefinisikan adalah sebagai pola tingkah laku yang khas bagi seseorang yang menyebabkan orang itu dapat dikenali dari perilakunya. Dan oleh karena itu, tidak mungkin ada dua orang yang sama. Mirip, tetapi tidak bisa sama.

Sering kali orang menyamakan antara temperamen, watak dan kepribadian. Namun, Dr. Tim La Haye dalam bukunya “Temperamen Anda Dapat Diubah” (Diterjemahkan dari dari buku Spirit Controlled Temperament) , memberikan perbedaan di antara ketiganya. Dikatakannya bahwa temperamen merupakan gabungan dari ciri-ciri pembawaan yang secara tidak sadar mempengaruhi tingkah laku seseorang. Ciri-ciri ini diturunkan berdasarkan kebangsaan, ras (orang Batak berbeda dengan orang Jawa), seks (beda antara pria dan wanita) dan faktor- faktor keturunan lain. Ciri-ciri ini diteruskan oleh gen (plasma pembawa sifat). Beberapa ahli ilmu jiwa mengemukakan bahwa kita lebih banyak mendapat gen kakek dan nenek kita daripada gen orang tua kita. Hal ini nyata pada beberapa anak yang lebih mirip dengan kakek atau nenek daripada dengan kedua orang tuanya. Ciri-ciri temperamen itu tidak dapat ditentukan lebih dahulu, sama seperti mata, rambut dan ukuran tubuh.

Watak seseorang menyatakan keadaan yang sebenarnya. Barangkali inilah yang disebut sebagai “manusia batiniah yang tersembunyi” . Watak adalah hasil dari temperamen pembawaan seseorang yang dibentuk oleh pendidikan pada masa kanak-kanak, pendidikan di sekolah, sikap dasar, agama, prinsip-prinsip dan motivasi. Kadang-kadang watak itu disebut sebagai “jiwa” manusia yang terdiri atas pikiran, emosi dan kehendak.

Sedangkan kepribadian, menurut La Haye, adalah ekspresi yang keluar dari diri kita, yang mungkin sama dengan watak kita atau mungkin juga tidak, bergantung pada ketulusan kita. Sering kali kepribadian itu merupakan suatu topeng yang baik dari watak yang buruk atau yang lemah. Banyak orang pada masa bertindak berdasarkan apa yang menurut pikirannya patut dilakukan, bukan berdasarkan keadaan dirinya yang sebenarnya. Inilah rumus dari kekacauan mental dan rohani. Hal ini terjadi bila seseorang mengikuti rumus-rumus manusia tentang tingkah laku yang baik itu, maka akibatnya ialah kekacauan mental dan rohani.

Tipe Kepribadian

Perbedaan kepribadian atau tipe-tipe kepribadian yang melekat pada setiap orang telah menarik perhatian para ahli sejak dahulu kala. Sebenarnya penjelasan Alkitab mengenai tipe-tipe kepribadian ini telah ada jauh sebelum penelitian ilmiah. Alkitab menjelaskan tentang perbedaan antara pria dan wanita yang merupakan perbedaan tipe kepribadian yang sangat jelas. Perkembangan selanjutnya memberikan kepada kita suatu penguraian yang lebih terperinci mengenai tipe-tipe kepribadian orang.

Di dalam bidang kedokteran pada zaman Yunani kuno, Hippocrates telah melakukan suatu usaha penelitian di dalam tipologi kepribadian. Ia menyimpulkan bahwa temperamen (darah, flegma, empedu hitam, empedu kuning) berhubungan dengan kepribadian yang mudah terserang berbagai macam penyakit. Ia menyatakan bahwa mereka yang pendek dan gempal mudah terserang apoplexy dan mereka yang tinggi dan kerempeng mudah terserang penyakit tuberclosis. Kecuali Galen (130-200 AD) membagi tipe kepribadian itu berdasarkan temperamen tersebut menjadi:

  1. Sanguine - tipe yang meluap-luap.
  2. Flegmatik - tipe lamban.
  3. Kolerik - tipe gerak cepat.
  4. Melankolik - tipe patah hati.

Sekali pun pembagian tipe kepribadian ini dinilai tidak ilmiah, namun istilah-istilah tersebut masih dipakai sampai dengan saat ini. Kemudian Ernst Kretschmer (1888-1964) dalam bukunya “Physique and Character” membagi kepribadian atau tempramen atas 4 tipe:

  1. Tipe astenik.
    Tipe ini mempunyai ciri kurus, lurus, tubuh lemah, sulit bertumbuh, dan cenderung kepada schizophrenia.
  2. Tipe atletis.
    Ciri-ciri tipe ini, orangnya tinggi, besar, dadanya bidang, kekar, dan postur tubuh yang meruncing ke bawah. Secara kejiwaan, orang ini mempunyai potensi schizothymic.
  3. Tipe piknik.
    Tubuhnya cenderung melebar, lembut, gemuk bulat dan berlemak. Kretschmer mengidentifikasikan tipe dengan cycloid atau manic- depressive, suatu temperamen yang berubah-ubah, kadang senang, kadang murung.
  4. Tipe displastik. Tipe yang lain dari ketiga tipe di atas.
    William Sheldon yang menulis buku “The Varieties of Temperament” (1942), juga memberi perhatian kepada bentuk tubuh. Ia memusatkan perhatian pada penelitiannya tentang meticulous yang disebutnya sebagai somatotyping. Sikap dan tingkah lakunya diduga menyesuaikan diri dengan bentuk tubuhnya. Ia membagi tipe kepribadian menjadi tiga bagian:

    1. Endomorphy.
      Dari segi fisik, pencernaannya baik, namun otot-ototnya lemah. Karena itu tubuhnya cenderung gemuk. Tipe ini lamban, senang memanjakan tubuhnya, suka makan (apalagi kalau bersama kawan- kawan), orangnya mudah dan sangat bersahabat, dan merasa puas selalu.
    2. Mesontorphy.
      Orang tipe ini memiliki tubuh yang kekar, langkahnya tegap, senang menguasai karena memang dia punya kekuatan, suka terhadap hal-hal yang beresiko berbahaya. Ia mempunyai arah yang tegas dan jelas, punya keberanian untuk bertempur. Sifat ekstrovertnya sangat menonjol.
    3. Ectomorphy.
      Tipe ini ditandai dengan ketenangan. Postur tubuh dan gerak yang kaku. Perasaannya sangat peka. Sifatnya sangat tertutup.

    Pada tahun 1971, C.G. Jung menulis sebuah buku yang berjudul “Psychological Types”. Ia membagi kepribadian itu atas introvert dan extrovert. Kedua tipe itu ditandai dengan sikap seseorang terhadap obyek. Seorang yang introvert pada dasarnya selalu ingin melarikan diri dari obyek, seakan-akan obyek itu harus dicegah agar tidak menguasainya. Sebaliknya, orang yang ekstrovert mempunyai sikap yang positif terhadap obyek. Dialah yang menguasai obyek itu. Kelihatannya pembagian Jung itu terlalu sederhana. Tetapi sebetulnya Jung mengklasifikasikan kedua tipe itu ke dalam delapan subtipe, sehingga terkesan rumit.

    1. Tipe pemikir ekstrovert.
      Setiap aktivitas orang tipe ini tidak lepas dari kesimpulan- kesimpulan yang bersifat intelektual yang didasarkan pada data obyektif.
    2. Tipe perasa ekstrovert.
      Orang ini sebelum bertindak, perasaannya itu harus pas dulu. Jung memasukkan kaum wanita ke dalam tipe ini.
    3. Tipe sensasi ekstrovert.
      Bagi dia, segala sesuatu harus benar dan berorientasi pada kesenangan yang konkrit, tidak berlebihan, hukum itu harus dipatuhi. Orang tipe ini tidak mementingkan diri sendiri, dan rela berkorban demi kepentingan orang lain.
    4. Tipe intuitif ekstrovert.
      Orang ini tidak akan ditemukan dalam dunia yang memiliki nilai realitas yang dapat diterima. Ia tidak puas dengan apa yang ada. Ia selalu menyelidiki sesuatu dan berbuat sesuatu yang baru.
    5. Tipe pemikir introvert.
      Orang ini terlalu membatasi diri dengan pikiran dan pendapatnya sendiri. Ia bisa berpikir kritis, tetapi sering subyektif.
    6. Tipe perasa introvert.
      Orangnya tenang, sulit didekati, sukar mengerti dan kurang tanggap terhadap perasaan orang lain.
    7. Tipe sensasi introvert.
      Dia selalu berorientasi pada peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan bukan pada penilaian yang masuk akal.
    8. Tipe intuitif introvert.
      Tipe ini sangat senang dengan hal-hal yang berbau mistik, bahkan ia bisa menjadi peramal atau seniman yang aneh.

      1. Paranoid:
        Suatu gangguan kepribadian yang ditandai dengan ciri-ciri khas hipersensitivitas, kecurigaan, dan kecenderungan untuk menyalahkan orang lain.
      2. Schzoid:
        Selalu menjauhkan diri dari orang lain serta memiliki pemikiran yang eksentrik.
      3. Schizotypal: Ciri kepribadian yang terganggu yang ditandai dengan pengucilan diri dari orang lain serta pikiran-pikiran yang eksentrik (aneh, sinting, kegila-gilaan) . Mirip schizophrenia, tetapi tidak begitu parah.
      1. Anti-sosial:
        Ketidakmauan untuk berasosiasi dengan individu-individu lain atau kelompok-kelompok lain. Sikapnya selalu melawan standar sosial, dan karenanya berbahaya bagi masyarakat.
      2. Borderline:
        Orangnya tidak stabil dalam tingkah laku, suasana hati, hubungan dengan orang lain, dan konsep diri.
      3. Histronie:
        Gangguan kepribadian yang ditandai dengan kehebohan, dramatisasi diri, pembujukan dan usaha untuk mencari perhatian.
      4. Narcisstic:
        Ditandai dengan cinta diri yang sering dikaitkan dengan kepuasan erotis. Ia sangat menyayangi tubuhnya, perbuatan dan kemampuannya.
      1. Avoidant:
        Cirinya adalah kepekaan yang berlebihan terhadap penolakan orang lain, sehingga ia tidak mau berhubungan dengan orang lain, takut kalau ditolak.
      2. Dependent:
        Sangat kurang percaya diri, sehingga ia cepat menyerahkan diri kepada orang lain. Karenanya mereka tidak bisa mengambil keputusan di dalam hidup mereka tanpa orang lain.
      3. Obsessive-compulsiv e:
        Adanya ide (obsesi) yang tegar melekat dan sering tidak dikehendaki diiringi dengan perbuatan yang tidak masuk akal. Seseorang akan mencuci tangannya setiap lima menit karena takut akan bakteri yang akan membinasakannya. Atau, seorang yang sebentar-sebentar memeriksa kunci pintu apakah terkunci atau tidak, jangan-jangan ada maling yang sedang mondar-mandir di halaman rumahnya. Usaha-usaha seperti itu adalah usaha untuk menghilangkan perasan bersalah.
      4. Passive-aggressive:
        Ditandai dengan pemberontakan melalui ketidakaktifan dan sikap keras kepala.

    Kelompok A: Orang-orang aneh dan eksentrik.

    Kelompok B: Orang-orang dramatis, emosional dan tak menentu.

    Kelompok C: Ditandai dengan kecemasan, ketakutan dan suka bertingkah.

    Tipe-tipe Kepribadian Berdasarkan Temperamen

    Tim La Have mengingatkan kita akan bahaya di dalam membahas tipe kepribadian ini berdasarkan temperamen. Sebab beberapa orang akan cenderung untuk mulai menilai dan bahkan menentukan temperamen kawan-kawannya. Padahal penilaian dan penentuan itu tidak dapat dilihat dari satu dua kesan dan penampilan seseorang di dalam waktu yang sangat terbatas. Orang yang bersangkutanlah yang jauh lebih mengetahui temperamen macam apa dia itu.

    Lagi pula, pembagian temperamen seperti yang diusulkan oleh Galen itu tidak bermaksud bahwa setiap orang ditandai dengan satu temperamen, tetapi di dalam diri seseorang bisa terdiri atas beberapa macam tempramen. Memang, ada satu jenis temperamen yang menonjol.

    Catatan lain yang perlu diperhatikan di dalam memahami orang lain lewat perbedaan temperamen itu, bahwa ada orang yang sebenarnya mempunyai temperamen kolerik, tetapi dalam perjalanan waktu dan pengalamannya, bisa berubah menjadi seorang yang flegmatik sehingga penilaian dan penetuan itu bisa meleset.

    Kolerik

    Seorang yang disebut kolerik biasanya ditandai dengan semangatnya yang berapi-api, cekatan, aktif, mempunyai kemauan keras, mampu untuk mandiri dan berpikir praktis. Ia selalu puas dengan dirinya sendiri, tanpa harus ditentukan orang lain. Ia tidak perlu diajar berpikir positif, sebab ia mudah menanggapi segala sesuatu itu positif. Sikapnya optimis. Di kala semua orang telah menyerah kepada keadaan, orang kolerik tetap memandang kepada masa depan yang penuh harapan. Bagi dia tidak ada langkah menyerah. Hal ini berhubungan dengan sikapnya yang berani, tidak kenal takut.

    Karena itu orang kolerik hampir tidak menemukan kesulitan untuk memimpin. Potensi itu sangat besar di dalam dia. Dialah yang sering menyulut massa (agitator). Ia juga dikenal sebagai organisator yang bijaksana, karena ia tidak mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan sendiri.

    Namun di balik kemampuan-kemampuan ya itu, ia juga seorang yang kejam, sadis, kasar, tidak sensitif atau kurang mengerti perasaan orang lain. Barangkali satu hal yang sulit bagi dia adalah mengasihi orang lain. Karena bagi dia orang lain hanya alat untuk mencapai tujuan-tujuan. Ia selalu melihat dirinya sebagai pusat aktivitasnya dan orang lain harus mendukung tujuan-tujuan dan rencana-rencananya. Ia tidak akan berurusan dengan mereka yang tidak mendukungnya. Tugas dan proyeknya adalah pusat perhatiannya, karena itu ia bukanlah seorang yang mudah bergembira. Sebegitu aktif dan “rajin”nya orang ini, sehingga sulit baginya untuk menyediakan waktu untuk bersaat teduh (membaca Alkitab, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam waktu-waktu khusus).

    Sanguin

    Orang sanguin beda dengan kolerik. Ia mampu membuat suasana menjadi hangat. Ia terkesan tidak memikirkan hari esok. Hari ini adalah hari yang berbahagia, hari esok lain urusannya. Ia begitu ramah dengan semua orang, simpatik, lemah lembut dan punya perhatian yang besar terhadap orang lain. Makanya ia sangat disenangi orang, apalagi ia termasuk orang yang tidak pernah kehabisan kata-kata, ia bisa memukau orang banyak dengan cerita-ceritanya yang menarik. Ia manusia yang tak pernah bosan dengan hidup ini.

    Sayangnya, orang sanguin memiliki emosi yang tidak stabil. Ia bisa jatuh cinta dengan seorang hari ini, kemudian dengan seorang lagi pada hari yang lain. Pendiriannya tidak tegas, dan karena itu ia tidak segan-segan untuk berbohong. Karena senang dengan memukau orang, sampai-sampai sebuah fakta dilebih-lebihkan. Pintar membuat sensasi. Kalau orang sanguin melihat sepeda bertabrakan dengan sepeda, ia akan menceritakannya seakan-akan pesawat bertabrakan dengan pesawat. Sifat kekanak-kanakannya sangat menonjol, dan suka mendominasi percakapan.

    Kelemahan lain yang dimiliki orang sanguin adalah tidak disiplin. Terlalu banyak waktu yang dibuangnya, sehingga banyak pekerjaan yang tidak selesai. Tidak teroganisir, karena ia mudah beralih perhatian kepada hal-hal yang tidak menjadi prioritas. Ia tidak terdesak dengan target waktu. Makanya kalau orang sanguin sering datang terlambat, kita tidak usah heran. Ia bisa memasuki sebuah pertemuan rapat dalam keadaan tenang tanpa merasa “berdosa”.

    Melankolik

    Melankolik terkenal sebagai manusia sesitif. Kalau orang kolerik tidak senang dengan hal-hal yang kecil, melankolik adalah sebaliknya. Ia terlalu banyak disibukkan dengan hal-hal kecil yang kadang-kadang tidak pantas untuk dipikirkan. Ia adalah orang yang sulit mengambil keputusan. Seorang wanita yang melankolik akan sulit memberikan respons kepada seorang pria yang menyatakan cinta kepadanya. Ia mampu untuk menggumulinya selama bertahun-tahun untuk sebuah keputusan.

    Ia adalah seorang yang berpikir dalam dan analitis. Karenanya ia sangat menghargai karya-karya musik, sastra, seni. Dalam pekerjaan, ia selalu melakukan yang terbaik. Ia tidak akan menerima suatu tanggungjawab apabila yang lain belum juga ia selesaikan. Kalau seorang kolerik, yang penting banyak pekerjaan, bagi melankolik, yang penting selesai dengan sempurna.

    Akan tetapi, beda dengan kolerik, ia adalah seorang yang pesimis dan selalu melihat segala sesuatu dari sisi negatif. Orang mengenal dia sebagai Si Pemurung. Setiap hari dilewatinya hanya dengan memikirkan dirinya sendiri. Ia terlalu kuatir akan kehidupannya, makanya ia mudah stres dan depresi.

    Terhadap orang lain ia sering mengkritik, kalau ia melihat ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Selalu curiga pada hal-hal yang baru, termasuk pada orang lain. Karena itu ia sulit mendapat kawan. Ia terlalu idealis dan teoritis. Karena terlalu banyak pertimbangan, akibatnya untuk mengambil keputusan pun sulit.

    Flegmatik

    Tenang, damai dan baik hati adalah ciri khas orang flegmatik. Orangnya adalah yang paling stabil di antara semua temperamen. Ia seorang yang setia, pendengar yang baik dan bisa mempunyai humor yang menyenangkan. Ia bekerja tanpa adanya suatu tekanan, rapi dan tetap teguh dalam mempertahankan apa yang telah menjadi peraturan. Ia sangat berhati-hati di dalam mengambil tindakan.

    Cuma, orang akan merasa kesal dengan orang flegmatik. Ia adalah orang yang sulit bergerak. Pasif adalah ciri khas orang ini. Di saat semua orang panik, ia tenang. Ia kurang percaya pada dirinya sendiri. Dan yang lebih menjengkelkan lagi ialah sikapnya yang suka kompromi.

    Dalam kegiatan bersama, ia lebih memilih untuk abstain ketimbang terlibat dalam suatu urusan. Ia tidak begitu antusias dalam segala hal. Kalau semua orang tertawa, ia tidak. Malahan ia sinis, dan suka mengejek. Acuh tak acuh, dan merasa dirinya lebih benar dari orang lain. Sebenarnya ia seorang pemalas dan sukar didorong. Sikapnya sangat tertutup, penakut dan terlalu berhati-hati.

Tuesday November 20, 2007

[]

Entry for November 14, 2007

Sambil menunggu beberapa artikel lain dan kegiatan-kegiatan selama Thanksgiving, kami memuat di sini video KKR Rev. Peter Youngren di Indonesia.

Sebagaimana pengalaman ikut mempersiapkan acara seperti ini di Balikpapan di waktu yang tidak jauh berbeda dengan yang ada di video berikut ini, pelayanan Rev. Peter Youngren memiliki beberapa perbedaan dengan banyak KKR lainnya yang menjadikan ibadah yang dipimpin hamba Tuhan dari Canada ini berbeda dan unik dibandingkan banyak jenis ibadah kebangunan rohani lainnya.

Beberapa bulan sebelum acara, biasanya tim Rev. Peter Youngren telah berada bersama dengan panitia lokal dan memantau langsung persiapan selain juga mengadakan beberapa pertemuan dengan tim usher lokal untuk acara yang biasanya diadakan di lapangan olah raga.

Keunikan acara itu yang kami persiapkan dibandingkan banyak acara sebelumnya yang rata-rata setiap panitia dan anggota usher yang dari berbagai gereja-gereja lokal di setiap kota pernah terlibat, dijelaskan pada pertemuan-pertemuan yang dipimpin atau setidaknya dihadiri seorang dari tim Rev. Peter Youngren.

Pertama, berbeda dengan acara lainnya yang musti disebut KKR atau KPI dan sejenisnya, kepada setiap panitia dan usher diberitahu acara kita persiapkan seperti sebuah Festival atau Celebration, kemudian tidak memberitakan kekristenan atau agama dan kalau perlu tidak ada simbol-simbol agama. Rev. Peter Youngren begitu menegaskan berita keselamatan di dalam Nama Yesus dan kesembuhan oleh kuasa Nama Tuhan Yesus, dan bukan memberitakan atau meninggikan suatu agama termasuk kristen.

Dan satu yang menjadi perbedaan kental Festival Yesus Kristus Tetap Sama Dulu Sekarang dan Selamanya bersama Pastor gembala sidang di Toronto dan Niagara ini, kepada para usher dan panitia yang sebagian besar adalah pendeta-pendeta dan pelayan-pelayan dari gereja-gereja lokal itu diberikan ketentuan utama saat-saat doa kesembuhan Ilahi dipimpin Pdt. Youngren yaitu panitia dan usher tidak boleh menumpangkan tangan bahkan tidak boleh menyentuh orang-orang yang sakit. Menurut penjelasan hamba Tuhan ini kemudian di seminar-seminar bagi hamba-hamba Tuhan, di banyak kebudayaan terutama Afrika dan Asia, manusia percaya mujizat Tuhan tetapi percaya juga mujizat/kuasa buatan manusia atau yang dimiliki manusia. Karena itu di Festival bersama Pdt. Youngren ini, para panitia dan usher tidak diperbolehkan menyentuh orang-orang sakit dan hanya membantu mereka yang telah sembuh memberikan kesaksian di atas panggung, itupun hanya bagi mereka yang telah sembuh. Tugas usher juga membimbing mereka yang disembuhkan dan terlebih yang menerima Kristus hari itu setelah usai acara.

Banyak lagi keunikan yang menjadi pelajaran buat kami dari pelayanan Celebration International ini, tetapi tentu anda tidak sabar lagi menyaksikan cuplikan suasana Festival bersama Rev. Peter Youngren ini. Karena kontent video ini yang dapat menyinggung pihak-pihak tertentu, video ini dapat sewaktu-waktu kami hapus. Saat ini saja sudah ada pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan keberadaan website-website sederhana kami ini yang mencoba dengan spam dan menggunakan nama website kami untuk hal-hal yang tidak membangun. Terima kasih buat Tuhan saja buat semuanya, sebab kalau ada yang mencoba menggangu sebenarnya berarti mereka memperhatikan isi dari website-website ini.

From Sacramento with Love.

Jul
13
Filed Under (Uncategorized) by gpdi on 13-07-2009

Ditengah kemeriahan dan gemerlapan perayaan Natal di akhir tahun 2007 ini, kami tampilkan pada rubrik artikel lepas ini suatu tulisan Pdt. J.E. Awondatu dari Cianjur, Jawa Barat, yang akan mengajak kita merenungkan suatu keadaan yang jauh berbeda dengan keadaan dunia umumnya bahkan berbeda dari kehidupan Kristen yang sehari-hari kita jalani, yang ternyata merupakan cara Tuhan membentuk kita semakin dewasa mengiring dan terlebih melayani Tuhan dan pekerjaanNya. Pembentukan Tuhan ini dapat disebut sekolah Tuhan buat kita yang rindu melayani Tuhan.

Terima kasih buat Pdt. J.E. Awondatu yang telah singgah dan memberkati kami di Sacramento lewat firman Tuhan akhir November lalu. Tulisan berikut ini telah dimuat juga di gpdiworld.us. Tuhan memberkati.

S E K O L A HK E S U N YI A N

oleh: JE Awondatu, Cianjur

Prakata

SERING sekali orang bertanya kepada saya, “Anda sekolah Teologi dimana?” Dengan tersenyum saya jawab, “Saya lulusan Universitas Kesunyian, Fakultas Berdiam diri, Jurusan Tutup mulut.” Biasanya orang itu tertawa karena tahu saya hanya guyon. Tetapi tahukah anda, bahwa Sekolah Tuhan dalam membentuk hamba2 Tuhan adalah di tempat-tempat yang sunyi. Elia, dibentuk ditempat sunyi, Musa 40 tahun di Midian sebelum dipanggil Tuhan menjadi utusan Tuhan pada usia 80 tahun. Yohanes Pembaptis di padang gurun, Paulus 3 tahun ditanah Arab, bahkan Yesus sendiri dibawa oleh Roh Kudus kepadang gurun untuk dicobai.

Meraba-raba

ZAMAN ini, adalah zaman gelap dimana manusia itu meraba-raba; tidak tahu harus pergi kemana. Belum pernah kita melihat dunia begitu gelap seperti sat ini. Manusia pergi dari kegelapan satu kepada kegelapan yang lain. Apalagi kalau kita baca surat kabar. Argumentasi satu, dibantah dengan argumentasi lain, lalu dibantah lagi, dst, dst. Hasilnya? Tetap gelap! (Bandingkan dengan lumpur Lapindo, dimana pemerintah sudah pusing 7 keliling, tapi hasilnya tetap gelap). Bahkan ada seorang ahli dari Jepang mengatakan bahwa lumpur Lapindo baru berhenti setelah 31 tahun.

ORANG yang polos sekalipun akan bertanya, mengapa kemajuan ilmu Teknologi dengan Revolusi Informatika di dunia, jadi seperti ini.? Mengapa juga Gereja yang menjamur dengan ukuran2“menakjubkan”, “wah”, bahkan beberapa tahun menjadi “icon” di sebuah kota besar, sekarang jadi “menakutkan”? Mengapa modernisasi lagu2, dengan gaya kontemporer dan style menyanyi yang hebat, tidak menyisakan apa-apa di hati jemaat ? Orang malah kangen kepada lagu-lagu lama yang sederhana tetapi sanggup meneduhkan dan membuat mata kita berkaca-kaca.?

B a g a i m a n a

SEBENARNYA kitab Ratapan bernama E c a h – bagaimana ? Tetapi Teolog Yahudi, Yunani dan diikuti oleh kita bersepakat memberi nama K i n n o t h, yang artinya Ratapan. Nah, keadaan rohani kita, seringkali sampai pada titik nadir dan berkata kepada Tuhan Yesus, “E c a h?” Bagaimana ? Saya harus bagaimana? Apa yang saya harus lakukan? Dan ini harus membuat kita, menjadikan kita untuk meratap di depan Tuhan, untuk dosa-dosa kita dan untuk jemaat. “Bila tidak ada air mata, tidak akan ada mata air! (JEAwondatu)

HAL ini hanya kita dapatkan dalam sekolah kesunyian Tuhan. Filipus diperintah oleh malaekat Tuhan, “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang dari Yerusalem ke Gaza; jalan itu jalan yang sunyi.! (Kisah Rasul 8:26-40)Disanalah Filipus menemukan seorang sida-sida, sedang membaca kitab nabi Yesaya, tetapi tidak mengerti(ay.31). Sama seperti sekarang, orang membaca Alkitab tetapi tidak memahaminya. Ganti sampul, ganti salinan, tetapi tidak mengerti, mirip Nikodemus, yang menanyakan kelahiran baru dengan “otak” manusia: “Bagaimana aku bisa masuk kedalam kandungan ibuku dan dilahirkan kembali?” Filipus menerangkannya. Bila kita rindu memenangkan mayoritas orang yang meraba-raba seperti sida-sida, jalan sunyi harus rela dilewati dilewati. Bukan hanya sunyi tetapi juga jalan itu sukar. Sama seperti sebuah lagu Pantekosta lama yg saya pelajari waktu di Sekolah Alkitab, th 68-69, “Jalan ini sukar, kami tempuh ke Surga, karena banyak duri dijalan. Tapi Tuhan berjanji beserta slamanya, sampai kumasuk dalam Surga. Sungguh jalan ini sukar, memang jalanNya tak mudah… Tapi Tuhan berjanji beserta slamanya, sampai kumasuk dalam Surga

APA yang menarik sida-sida itu dengan apa yang dibacanya? “Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawanya-Nya diambil dari bumi(ayat 32-33). Yang akan menarik jiwa-jiwa kepada Injil Tuhan, bukanlah hal-hal yang spektakuler, tetapi Yesus yang berdiam diri dan tidak menjawab(Matius 27:12-14)

Mendengar dengan telinga rohani

PAULUS berkata, ”Ada tubuh sorgawi(e p o u r a n i a –à dari katae p o :diatasdano u r a n o s : surga) ada tubuh duniawi,(e p i g e i a - -à dari katae p idiatas, dang ebumi) tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.”(1Kor. 15:40). Kalau begitu, pasti ada telinga duniawi dan telinga rohani. Nah, bagaimanakah kita dapat mendengar “suara” dari Sang Majikan kita, bila kita ini ribut terus? Salah satunya haruslah kita mendengar dengan telinga rohani.

SEJAK zaman dulu pecinta keheningan dan kesunyian dan keteduhan, selalu sedikit. Bandingkan Yesus yang ingin menyendiri, dengan saudaranya yang ingin tempat ramai.(Yohanes 7:3-10), Martha yang senang sibuk dan ramai sendiri, dibandingkan Maria yang tenang, tanpa sepatah kata duduk dikaki Yesus berteduh diri. Apa yang dikatakan Yesus? “Maria sudah memilih bagian yang terbaik…(Lukas 10:42b) Dia sendiri tahu menyendiri dan berdoa semalam-malaman di bukit,

INGAT juga Elia. Firman Tuhan:”Keluarlah dan berdiri diatas gunung ini di hadapan Tuhan. Dan, lihatlah Tuhan berlalu(Ingg: lewat). Angin besar dan kuat, yang membelah gunung2 dan memecahkan bukit2 batu, mendahului Tuhan, tetapi tidak ada Tuhan dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa, Tetapi tidak ada Tuhan dalam gempa itu. Dan sesudah gempa datanglah api. Tetapi tidak ada Tuhan dalam api itu. Dan setelah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa(dlm sal. Inggris tidak ditulis bunyi angin sepoi2 basa, tetapi “a still small voice”, suara kecil yang tenang ) (1Raja 19:11-12)Catatan: Bandingkan dgn cara kebaktian sekarang, kalau tidak keras pukul drum, kalau tidak keras suara bass, kalau nyanyi tidak lompat2 seperti rocker, kalau tidak memekakkan telinga, rasanya tidak puas.

YANG MEMBUAT Elia menyelubungi muka dengan jubahnya, bukanlah angin besar, gempa bumi atau api(harus kita akui ketiga fenomena angin, gempa dan api adalah sangat spektakuler) tetapi Tuhan tidak ada disana. Dia berfirman dengan suara kecil yang tenang. Kini Gereja sedang dijejali hal-hal yang spektakuler, bahkan pelajaran-pelajaran palsu akhir akhir ini menggunakan cara yang spektakuler, menyaksikan hal-hal yang spektakuler. Tetapi faktanya, “Tuhan tidak ada disana…” disebut sampai 3 kali berturut turut. Padahal salah satu Nama Tuhan adalah Yehovah Shammah (Tuhan hadir disana). Inti Kebaktian, bukanlah ukuran gerejanya, bukanlah seragamnya paduan suaranya, bukan siapa pengkhotbahnya, tetapi apakah Tuhan ada disana(dalam kebaktian)?

Satu jemaat, dua golongan

DUA golongan ini akan menjadi hal yang terjadi dalam jemaat di hari depan. Golongan pertama, adalah orang yang menyukai keramaian dan menyukai pertumbuhan keluar, sedangkan golongan kedua menyukai kesunyian dan menyukai pertumbuhan kedalam dan dari dalam Golongan pertama senang dengan kekaguman dan pujian manusia. Sedang golongan kedua menjauhi kekaguman dan pujian manusia karena penuh godaan: “Selangkah lagi jurang!” kata pepatah Padang. Dia mencari sesuatu yang lebih dalam: “Maka pujian baginya datang bukan dari manusia,(luar) melainkan dari Allah.(dalam)”(Roma 2:29). Dari keberhasilan luar yang ramai, manusia dewasa akan mencari kedalam dirinya, “Kerajaan Allah ada di dalammu”(Lukas 17:21 sal. Inggris), “Kristus di dalam kamu, adalah pengharapan beroleh kemuliaan!”(Kolose 1:27 – sal. Inggris) Ada satu ayat yang agak menyedihkan kita, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasan dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kehidupan dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Matius 7:13-14)

JADI hanya sedikit orang yang memilih jalan sempit untuk ada di tempat kesunyian. Dan ada banyak orang yang memilih jalan lebar untuk menuju keramaian dan kebinasaan. Bila sumber kebahagiaan sudah ada di dalam, masih perlukah orang mengimportnya dari dunia? “…tetapi barang sipa minum air yang Aku berikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air didalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:14)` Saya yakin, Roh Kudus tak perlu bonus atau tambahan.

Mau belajar

MAUKAH anda belajar dalam kesunyian-Nya Tuhan Yesus? Ia sendirian di atas salib. “Tak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku…” kata Paulus(2Tim 4:12) “Eloi-Eloi, lama sabakhtani?” Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” kata Yesus(Matius 27:46) Sejak usia 12 tahun, Alkitab tidak merekam kehidupan Yesus sampai berusia 30 tahun. Selama itu saya yakin Yesus “belajar” dalam kesunyian selama 18 tahun. Berbahagialah yang sudah belajar di sekolah kesunyian Tuhan, dan mampu mendengar suara-Nya yang kecil dan pelan. Keberhasilan anda, bukanlah keberhasilan luar, tetapi keberhasilan yang di dalam hati anda. “Kearifan datang bersama kemampuan untuk berdiam diri. Lihat saja dan dengarkan…biarkan keheningan mengarahkan perkataan dan pekerjaan anda” (Thomas Merton)

“Diam, tenanglah!” (Yesus Kristus, Markus 4:39). “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di Sorga, kira-kira setengah jam lamanya.”(Wahyu 8:1)Dengar nasehat Petrus, “Demikian juga kamu hai- isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya.”(1Petrus 3:1). “Tetapi perhiasanmu ialah manusiah batiniah(yg di dalam) yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak akan binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tentram, yang sangat berharga di mata Allah.” (ayat 3) Tuhan memberkati anda semua!

[]

Tiga Pohon Yang Dipakai Tuhan

Bagaimana Tuhan dapat memakai 3 pohon kayu untuk kemuliaanNya?

Ilustrasi berikut menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan dapat memakai siapapun kita sekalipun kita kecil bahkan hina dipemandangan manusia.

Ada tiga pohon. Pohon pertama ditebang dari hutan dan dibawa ke tempat
tukang kayu, tukang kayu itu membuatnya menjadi kotak makanan untuk hewan. Ia menaruhnya di sebuah kandang dan mengisinya dengan jerami.

Pohon kedua ditebang dari hutan dan dibawa ke desa. Pohon itu dipotong-potong dan dijadikan sebuah perahu nelayan yang kecil.

Pohon ketiga ditebang dari hutan dipotong menjadi potongan-potongan yang besar dan ditinggalkan dalam kegelapan.

Waktu pun berlalu dan pohon-pohon itu masing-masing tetap yaitu: pohon pertama sebagai sebuah tempat makanan binatang, pohon kedua sebuah perahu nelayan yang sederhana dan pohon ketiga bahkan hanyalah berupa potongan-potongan yang dibiarkan begitu saja.

Pada suatu hari, seorang laki-laki dan perempuan masuk ke kandang dan
meletakkan seorang bayi di atas jerami dalam kotak makanan yang dibuat dari pohon yang pertama. Orang laki-laki itu hendak membuat sebuah tempat tidur bayi dan palungan itu cocok untuk itu. Pada saat itulah pohon itu menjadi begitu pentingnya ada pada satu peristiwa yang begitu mulia dan begitu dikenal dirayakan banyak orang setiap bulan Desember dengan kisah yang selalu diulangi yaitu seorang bayi yang diletakkan di dalam palungan.

Beberapa tahun kemudian, sekelompok orang menumpang kapal nelayan yang dibuat dari pohon yang kedua. Salah seorang di antaranya lelah dan tertidur. Ketika mereka sedang berada di tengah danau, mereka diterjang badai dan pohon itu merasa tidak cukup kuat melindungi orang-orang itu. Orang-orang itu membangunkan orang yang tertidur itu, dan Ia berdiri dan berkata, “Tenanglah” dan badai pun berhenti. Ternyata pohon kedua yang hanyalah sebuah perahu nelayan sederhana itu telah menjadi alat yang indah membawa dan melayani Raja dari segala raja.

Akhirnya, datanglah seorang yang mengambil pohon yang ketiga. Kayu itu dibawa sepanjang jalan oleh seorang dan orang-orang mengolok-olok orang yang membawa kayu itu. Ketika sampai di tujuan, orang itu dipaku pada pohon itu, ditegakkan dan Ia mati di puncak bukit. Pohon ketiga yang selama ini terbuang tidak berguna, hari itu begitu kokoh berdiri di atas bukit itu menjadi salib dimana Yesus juru selamat manusia telah disalibkan pada pohon itu.

Our life become precious when HE come in to our live.